ANBK SMP di Kota Denpasar

ANBK SMP di Kota Denpasar

Wakil Walikota (Wawali) Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa meninjau hari pertama pelaksanaan Assesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) SMP di Kota Denpasar, Senin (4/10). Dua sekolah menjadi tujuan peninjauan, yakni SMPN 10 Denpasar dan SMP PGRI 9 Denpasar. “Kami berharap melalui ANBK SMP di Kota Denpasar mampu menjadi wahana pengembangan kompetensi dan karakter guna meningkatkan mutu pendidikan di Kota Denpasar,” katanya

Sejak 1 Oktober lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar resmi memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) menjadi prioritas utama, selain juga proses pendidikan. Tidak hanya murid dan orang tua murid saja yang mentaati prokes, tetapi pihak penyelenggara pendidikan juga wajib mengikuti standar prosedur dari pemerintah. “Kami ingin memaksimalkan pengendalian pandemi dengan pemenuhan hak pendidikan kepada masyarakat Kota Denpasar. Kami tidak memaksa penggunaan seragam sekolah, dan kami mengapresiasi pengertian seluruh penyelenggara pendidikan terkait situasi ini,” ujarnya

Plt. Kadisdikpora, IGN Eddy Mulya didampingi Kabid Pengembangan Pembinaan SMP, AA Gde Wiratama mengatakan, Asesmen Nasional merupakan program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar, seperti halnya literasi, numerasi, dan karakter serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. “Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu AKM, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar yang dilaksanakan kepada sekolah melalui pelaksanaan test berbasis komputer kepada siswa kelas VIII, guru dan kepala sekolah,” jelasnya

Eddy Mulya mengatakan, Asesmen Nasional bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan harapan mampu menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid. “Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau perkembangan mutu dari waktu ke waktu, dan kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah satuan pendidikan yang diharapkan dapat mendorong satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran,” jelasnya.

Pelaksanaan ANBK SMP di Kota Denpasar dilaksanakan mulai 4 – 7 Oktober dengan menyasar 80 SMP. Jumlah tersebut terdiri atas sekolah mandiri sebanyak 11 sekolah, sekolah menumpang sebanyak 6 sekolah dan sebanyak 63 sekolah dengan status mandiri dan ditumpangi.

Saat itu, Wawali Arya Wibawa didampingi Ketua Komisi II DPRD, Eko Supriadi dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, I Dewa Gede Rai berserta jajaran ini turut meninjau pelaksanaan PTM Terbatas dikedua sekolah tersebut. (BTN/bud).

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us