Anggota WHDI Diharapkan Mampu Manfaatkan Teknologi

Anggota WHDI Diharapkan Mampu Manfaatkan Teknologi

Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng, I Gusti Ayu Aries Sujati mengharapkan kalangan perempuan mampu mengembangkan potensi yang terdapat di dalam diri. “Termasuk harus bisa memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang saat ini,” katanya kepada anggota Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kecamatan Seririt pada acara Pengabdian Kepada Masyarakat Pascasarjana STAHN Mpu Kuturan, di Pura Padmasana, Kecamatan Seririt, Sabtu (17/4).

Program kegiatan yang diselenggarakan oleh STAHN Mpu Kuturan Singaraja ini merupakan program yang sangat bagus untuk dikembangkan khususnya bagi para pedagang. Dalam hal ini para pedagang yang kurang memahami teknologi yang sedang berkembang saat ini. Dengan adanya sosialisasi ini dipastikan para pedagang khususnya ibu-ibu mampu bersaing dan lebih berkembang dalam mengelola bisnisnya. “Sebenaranya program ini fokus untuk agama Hindu, tetapi sudah dibagi menjadi dua yaitu satu untuk agama dan satu untuk masyarakat umum,” jelasnya.

Untuk saat ini pemahaman menyasar kepada kelompok WHDI yang terdapat di Kecamatan Seririt. Dimana sebagian besar dari anggota WHDI ini juga berprofesi sebagai pedagang yang tergolong kurang memahami teknologi. Dengan demikian, mereka nantinya harus dibekali dan diberikan solusi terkait dengan pengembangan potensi yang terdapat di dalam diri mereka. Khususnya di bidang pengetahuan teknologi seperti media sosial dan yang lainnya. “Tentunya mereka akan diberikan tentang kewirausahaan serta bisa memanfaatkan teknologi seperti media sosial ataupun tempat-tempat berjualan secara digital yang ada,” ujar Aries Sujati.

Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, I Gede Suwindia mengatakan, kegiatan yang mengambil tema “Penguatan Jati Diri Bangsa Berbasis Ilmu dan Agama” ini merupakan langkah utama terhadap penguatan adat dan agama serta tradisi di tengah berkembangnya zaman digitalisasi. Seperti di Kecamatan Seririt yang merupakan daerah heterogen yang memiliki masyarakat beragam dari sisi agama, adat dan tradisi. Dengan demikian kedepannya diharapkan kerukunan dalam umat beragama agar dijadikan prioritas dalam bermasyarakat. “Zaman sekarang ini serba digital dan dimudahkan dengan media sosial. Masyarakat diharapkan bisa memilah dan memilih mana informasi yang bisa disebar maupun tidak. Sehingga tidak menyebabkan konflik,” jelasnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us