Apapun Istilahnya, Pokoknya Terapkan Prokes Secara Ketat

Apapun Istilahnya, Pokoknya Terapkan Prokes Secara Ketat

Setelah sempat diumumkan kebijakan Pemberlkuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh wilayah Indonesia pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 mendatang, maka kemudian pemerintah pula yang menganulirnya dengan kebijakan yang intinya nyaris sama. Cuma beda di istilah semata.  Ditegaskan kepada masyarakat, apapun istilahnya, penerapan protocol kesehatan (prokes) harus tetap ketat. Tidak boleh lengah atau abai. Tetap 3M. memakai masker kalau beraktivitas keluar rumah, mencuci tangans esering mungkin serta menjauhi kerumunan.

Hal ini ditegaskan  Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng Ketut Suwarmawan Jumat (10/12) . Pertimbangan untuk pembatalan PPKM level 3 itu berdasarkan tes dan telusur yang dilakukan dengan massif belakangan ini. Bahkan, jumlah tes dan telusur saat ini sudah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang dilakukan pada masa penyebaran wabah Covid-19 akhir tahun 2020 lalu. Di samping itu, capaian vaksinasi juga mempengaruhi kebijakan tersebut.
Menurutt dia, sebagai ganti PPKM level 3, pemerintah kembali akan menerapkan dan memperketat sejumlah aturan. Diantaranya larangan perayaan Nataru 2022 di tempat keramaian. Pembatasan pengunjung maksimal 75 persen di pusat perbelanjaan, serta memperketat aturan perjalanan jarak jauh. Pihkanya berharap seluruh lapisan masyarakat bisa  menjalankan  kebijakan ini demi kesehatan kita bersama.

“Mari saling mendukung dan bekerjasama dalam memberantas Covid-19. Tetap ikuti anjuran pemerintah, disiplin menerapkan prokes, ikuti vaksinasi dan tidak bepergian kalau tidak mendesak saat menjelang Nataru 2022. Semoga Nataru berhasil kita lewati tanpa adanya kluster dan kehidupan kita bisa pulih kembali,” katanya.
Sementara itu terkait kasus harian penanganan Covid-19, Ketut Suwarmawan mengatakan, saat ini di Buleleng perkembangan kasus Covid-19 terus mengarah pada tren positif. Salah satu bktinya adalah, tidak ada penambahan kasus konfirmasi positif. Secara kumulatif, jumlah kasus konfirmasi berjumlah 10.457 orang, dengan rincian sembuh 9.916 orang, meninggal 539 orang dan masih dalam perawatan tinggal 2 orang . (BTN/pal)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us