Arco Renz Fasilitasi Workshop Tari Kontemporer Bertajuk “Spiral Gong”

Arco Renz Fasilitasi Workshop Tari Kontemporer Bertajuk “Spiral Gong”

Berbagi seni itu unik. Seorang koreografer internasional dari Belgia, Arco Renz memfasilitasi workshop tari kontemporer bertajuk “Spiral Gong” pada pre-event Bali Performing Arts Meeting (B-PART). “Selama tiga hari (25-27 November), Arco menawarkan pengalaman pelatihan tubuh-pikiran dasar yang diterapkan pada metodologi koreografi dan improvisasi untuk para peserta,” kata Wayan Sumahardika yang menginisiasi B-PART, Rabu (29/11).

Workshop tersebut berlangsung sebelum acara utama B-PART dimuali. “Latihan ini berupaya untuk meningkatkan kesadaran akan kebiasaan gerak bagi para penari menciptakan koreografi “bahasa asing” dengan menggunakan teknik pernafasan dan sistem “5 Fase” sebagai struktur pendukung improvisasi,” ujar penulis, sutradara teater dan pertunjukan dari Mulawali Institute ini serius.

Bali Performing Arts Meeting (B-PART) merupakan acara seni pertunjukan kontemporer yang diselenggarakan di Bali selama tiga hari (Jumat-Minggu, tanggal 8-10 Desember) bertemoat di Masa Masa Gianyar. Acara ini menghadirkan sejumlah program, seperti pargelaran pertunjukan, diskusi, workshop, ceramah, pemutaran film, pameran dan aktivitas seni performatif lainnya. “Kehadiran B-PART ini bermula dari gagasan atas Bali yang kiranya tak cukup dipandang hanya sebagai satuan geografis semata,” ucap Sumahardika.

Tradisi seni pertunjukan di dalamnya kerap dianggap sebagai sesuatu yang beku dan cenderung diposisikan sebagai objek pariwisata semata. Tradisi seni pertunjukan Bali merupakan satu bentuk entitas kehidupan yang selalu berdenyut, tumbuh dan terus bergerak. Ia hadir berdasar dari kenyataan sosial zamannya sekaligus terhubung dengan jejaring gagasan di dalam dan di luar diri Bali. “Maka Bali dalam konteks B-PART, bukan hanya diproyeksikan sebagai situs pertunjukan semata, melainkan juga sebagai ruang interaksi wacana, tukar tangkap pengetahuan antarseniman, serta upaya menautkan kenyataan masyarakat dunia dalam praktik artistik pertunjukan kontemporer hari ini,” paparnya.

Penyelenggaraan B-PART bekerja sama melalui konsorsium sejumlah seniman pertunjukan generasi muda di Bali. yang beranggotakan Heri Windi Anggara, Agus Wiratama, Medy Mahasena, Wulan Dewi Saraswati, dan Yogi Sukawiadnyana. “Melalui konsorsium ini, saya berharap mampu mendorong pertumbuhkan infrastruktur sumber daya manusia pada bidang seni pertunjukan yang punya kesadaran kritis, kolaboratif, dan lintas disiplin terhadap praktik seni pertunjukan,” harapnya.

Dalam B-PART kali ini, akan tampil Wayan Gde Yudane (komposer Bali-New Zealand) bersama kelompok Roras Ensemble, Ni Komang Wulandari (komponis perempuan) dan Komunitas Nayakanari, Ishvara Devati (Jakarta) yang menampilkan karya “Waktu Tamasya ke Binaria” [Exercise No. 2],Razan Wirjosandjojo (Solo, Jawa Tengah) dengan Fajar di Ufuk Barat serta Putu Aristadewi (Jembrana, Bali) dengan karya tari berjudul “Suun”. Acara ini juga akan dimeriahkan oleh Graung, duo musik eksperimental, DJ APP, pameran tenun Bali & Sumba dari Galeri Wastraku, serta diskusi pertunjukan oleh para praktisi, seniman, akademisi dan budayawan.

Kuratorial tahun pertama B-PART ini bertajuk “Raga Ruang Ragam”. Tema ini sengaja dipilih dan dirancang dalam rangka mempercakapkan tubuh dan ruang serta berbagai ragam kemungkinan pembacaan kritis dari para seniman. “Hal ini dapat menjadi pintu masuk bagi pemetaan isu serta pengembangan tematik B-PART pada tahun berikutnya yang direncanakan hadir setiap tahun dari 2023-2025. Setelahnya, akan direfleksikan kembali potensi pertumbuhannya untuk masa yang akan datang,” tutupnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us