‘Aristocrats’ Pameran Fotrografi Ted van der Hulst di Museum ARMA

‘Aristocrats’ Pameran Fotrografi Ted van der Hulst di Museum ARMA

Fotografer asal Belanda, Ted van der Hulst menggelar pameran fotografi bertajuk ‘Aristocrats’ di Museum ARMA. Pameran ini menyajikan puluhan karya fotografi human interest yang digali dari kehidupan komunitas orang-orang bertubuh pendek (cebol) yang bertahan hidup di tengah gemuruh aktivitas pariwisata di Bali. Pameran dibuka pada Rabu (28/12) dan berlangsung hingga 18 Januari 2023.

Pameran Aristocrat ini berawal dari, dirinya yang terpikat berkarya di luar apa yang dianggap sebagai kecantikan. Ia lebih mengedepankan ‘apa adanya’ dari tangkapan lensa kameranya. “Saya terinspirasi dari komunitas orang-orang pendek di Bali, sehingga berupaya menampilkan orang-orang yang tepinggirkan dan yang nyaris tak dibicarakan dalam percaturan sosial,” ucap Ted van der Hulst kepada wartawan disela-sela persiapan pembukaan pameran.

Sebagian karya mengambarkan aktivitas komunitas yang berjumlah sekitar 25 orang yang bekerja melalui pertunjukan tinju komunitas Midget Fun Boxing ini bagi turis di Bali. Ia ingin menyodorkan betapa kegigihan komunitas ini memperjuangkan kehidupan, sebagai hak sebagaimana warga yang lain. “Pameran ini untuk memberikan penghormatan kepada para anggota komunitas cebol ini, juga untuk berbagi pengalaman perihal humanisme kepada public,” paparnya.

Karya-karya Ted Van der Hulst ini seakan menuntun orang kepada kondisi sulit yang tak terduga dari komunitas ini. “Kita menangkap kebahagiaan mereka menjalani aktivitas dan perjuangan yang sangat keras, tetapi di sisi lain menyodorkan paradoksal, misalnya, melalui pose-pose jenaka dengan wajah muram yang seolah menyimpan kesedihan,” imbuhnya.

Keseluruhan karya dalam pameran ini, memberikan suatu pelajaran bagaimana manusia menyikapi hidup. “Tak selamanya kemewahan memberikan kebahagiaan dan, mungkin pula, dalam kondisi kekurangan sisi hidup manusia tetap memancarkan karunia Illahi yang patut disyukuri,” sebutnya.

Ahli hukum dan pelestari budaya, Tamalia Alisjahbana dalam pengantar pameran menyebutkan, sang fotografer berhasil menggambarkan aktivitas kebertahanan komunitas oang bertubuh pendek yang survive melalui tontonan tinju. “Di sini mereka saling menjaga dan memiliki menciptakan perlindungan dari penghinaan dan luka dari apa yang disebut dunia normal,” tulis Tamalia.

Tamalia melihat dari karya fotografi ini dapat langsung dirasakan pahit-manis dunia komunitas kurcaci itu. Kepekaan Ted Van der Hulst berhasil menangkap sisi humanisme mereka melalui media fotografi. “Ted Van der Hulst dengan lembut menuntun kita dengan kameranya untuk memahami kebenaran ini,” ujarnya.

Kurator Bruce Carpenter menyebut orang cebol Indonesia sering mencari perlindungan dengan sesama mereka hingga menjadi komunitas yang berfungsi sebagai keluarga yang menawarkan
perlindungan, persahabatan, dan penghasilan sambil dengan tekun menjaga kehidupan pribadi para anggotanya. Midget Fun Boxers yang didirikan Boncel pada 1010 adalah contoh utama dari fenomena ini.

Ted van der Hulst yang lahir di Utrecht, Belanda, 1982 ini mengeluti fotografi sejak kecil. Seusai kuliah di Fotovakschool Amsterdam (2012) ia bekerja di MRA untuk menggarap foto-foto majalah Harper’s Bazaar, Cosmopolitan, dan Esquire sambil mengajar fotografi di Lasalle College di Jakarta.

Proyek pribadinya yang menampilkan karya fotografi yang sangat menyentuh pernah dipamerkan dan diterbitkan dalam sebuah buku bertajuk Dennis (2017). Pameran lima tahun silam itu menyajikan kehidupan orangutan muda yang diselamatkan kemudian belajar bagaimana hidup kembali di hutan. Kemudian berturut-turut pameran foto High Dogciety di Edwin Gallery (2019), dan JakCats di Kunstkring (2019).

Kini Ted van der Hulst tinggal di Bali bersama anak istrinya menjalani profesi sebagai seorang seniman potret seperti halnya seorang pelukis, tetapi ia menggunakan kamera untuk bekarya. Ted van der Hulst kebanyakan memotret dengan menggunakan lampu studio dan tripod. Ia menghindari efek khusus dan citra digital serta memilih membiarkan lensa dan kamera bekerja untuk menjaga foto tetap jujur dan otentik. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us