ASN Pemkot Denpasar Wajib Punya Kompetensi

ASN Pemkot Denpasar Wajib Punya Kompetensi

Pemerintahan Kota (Pemkot) Denpasar mengharuskan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya punya kompetensi, pengetahuan, keterampilan. “ASN Pemkot Denpasar harus punya kompetensi, yang mampu menghadapi tuntutan masyarkat sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia, I Wayan Sudiana didampingi Kepala Bidang Pengembangan Kopetensi Aparatur, I Komang Agus Budiyasa, Minggu, (11/4).

ASN di lingkungan Pemkot Denpasar harus mampu mengembangakan empati dan sensitivitas ketika berhadapan dengan banyaknya pendapat. Kemudian, dari banyaknya pendapat yang masuk, seyogianya seorang pemimpin harus mampu mempertimbangkan dan mengidentifikasi permasalahan secara tepat.

Untuk itu Pemerintah Kota Denpasar tetap berupaya meningkatkan melalui berbagai Pendidikan salah satunya mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) bekerja sama dengan Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali. “Kita terus berupaya meningkatkan keterampilan sumber daya aparatur baik dari kemampuan manajemen maupun kemampuan bidang lainnya,” ujar Sudiana.

Kepala Bidang Pengembangan Kopetensi Aparatur, I Komang Agus Budiyasa menambahkan PKP yang dilaksankan ini bekerjasama dengan BPSDM Provinsi Bali. “Kita melaksanakan PKP ini bekerjasama dengan BPSDM Provinsi Bali. Kegiatan ini dilaksanakan rutin untuk meningkatkan kopetensi aparatur dilingkungan Pemerintah Kota Denpasar,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Komang Agus juga menyampaikan telah mengingatkan pada para peserta PKP dari Kota Denpasar untuk mengikuti pelatihan secara tekun. Sehingga diharapkan selesai mengikuti pelatihan semua pengetahuan yang didapat agar di terapkan pada instansi masing-masing sesuai tugas pokok dan fungsinya. Dalam pelaksanaan PKP para Kota Denpasar mengirim 5 peserta dan bergabung dengan peserta lain dari kabupaten lain. Dalam proses mengikuti PKP peserta mengikuti protokol kesehatan secara ketat, termasuk harus melaksanakan swab antigen.

Salah seorang peserta Wayan Sukrayasa menyampaikan diklat dan pelatihan ini berbagai perubahan harus bisa dilakukan seorang ASN. Salah satunya dalam diklat tersebut dilarang menggunakan kertas. Untuk sistem pemberlajaran dilaksanakan secara digitalisasi dengan metode blanded learning yaitu kombinasi antara metode konvensional dengan digitalisasi. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us