Badung Kuatkan LPD sebagai Soko Guru Masyarakat Adat

Badung Kuatkan LPD sebagai Soko Guru Masyarakat Adat

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyoroti tentang keberadaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Itu, karena LPD sebagai soko guru masyarakat adat harus dikelola dengan baik. “Bagian Perekonomian akan melakukan audit terhadap LPD, sehingga pengelolaan LPD akan lebih baik mulai dari orang-orangnya, manajemennya maupun spiritualnya,” kata Bupati Giri saat menghadiri acara gendu wirasa (tatap muka) bersama dengan Majelis Desa Adat (MDA) se-Kecamatan Petang bertempat di Obyek Wisata Kembengan Sari, Petang beberapa waktu lalu.

Dihadapat peserta gendu wirasa, Bupati Giri Prasta meminta untuk menghidupkan LPD dengan kuat. “Bendesa harus mengetahui anatomi tubuh dari LPD, dengan pengelolaan yang bagus, LPD akan mampu berkembang. Kami akan memberikan penguatan modal LPD secara proporsional,” ucapnya kepada peserta yang hadir, seperti Kadis Kebudayaan I Gde Eka Sudarwitha, Camat Petang I Wayan Darma beserta Tripika Kecamatan, Ketua MDA Badung AA. Putu Sutarja, Ketua MDA Kecamatan Petang I Ketut Budayasa, PHDI, Bendesa Adat, Perbekel serta Ketua Pecalang se-Kecamatan Petang.

Banyak hal yang berkaitan dengan program-program yang dapat dilaksanakan desa adat dalam upaya melestarikan seni, adat, agama, tradisi dan budaya. “Kami berterima kasih kepada bendesa adat serta para tokoh masyarakat yang telah bersatu menjalankan tugas dengan baik dalam mendukung program-program pemerintah. Meskipun dalam masa pandemi Covid-19 saat ini pelaksanaan adat, agama dan budaya tetap berjalan baik dengan mematuhi protokol kesehatan, ujarnya.

Bupati berharap dengan dukungan masyarakat Badung, penanganan Covid-19 melalui vaksinasi dapat berjalan lancar. Dengan begitu rencana pemerintah pusat membuka kembali pariwisata Bali mulai bulan Juni nanti akan terlaksana sehingga berdampak positif bagi perekonomian masyarakat. “Kondisi pandemi ini sangat berdampak luas pada semua lini. Dapat disebut Badung saat ini darurat pandemi dan darurat ekonomi. Namun pemerintah tidak tinggal diam, kami berupaya keras untuk melindungi masyarakat. Upaya secara sekala maupun niskala sudah dijalankan. Mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir, pariwisata bisa kembali bangkit dan ekonomi masyarakat berangsur pulih kembali, ” harapnya.

Bupati asal Pelaga ini juga mewajibkan di Desa Adat adanya PAUD/TK berbahasa ibu serta adanya pesraman. Pihaknya juga telah memprogramkan terbangunnya taman bumi banten di Kecamatan Petang. Dengan tujuan agar memudahkan masyarakat mendapatkan bahan upakara. Nantinya taman bumi banten ini akan menjadi taman usada dan dipastikan menjadi salah satu destinasi religius. Untuk mewujudkan semua program-program ini, harus adanya komunikasi, koordinasi serta sinergi antara bendesa adat dan perbekel. “Bendesa dan Perbekel harus bersatu, saling koordinasi, menyamakan pola pikir dengan satu tujuan mensejahterakan masyarakat, ” jelasnya.(BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us