Bali Goes ASIA 2021 Digelar di Royal Pitamaha Ubud. Ini Awal Kebangkitakan Pariwisata Bali

Bali Goes ASIA 2021 Digelar di Royal Pitamaha Ubud. Ini Awal Kebangkitakan Pariwisata Bali

Akrab, tawar-menawar dan deal. Bali Goes ASIA 2021, ajang pertemuan antara seller dan buyer digelar di Taman Dedari, Royal Pitamaha Ubud, Gianyar, Jumat (21/5). Event dua tahunan yang digelar Kirana Bali Wisata itu menghadirkan sebanyak 32 buyer merupakan usaha hotel di Bali dan 14 buyer, travel agent dari Bali dan luar daerah. Para seller dan buyer itu duduk satu meja, lalu melakukan transaksi. Setelah itu, pindah ke meja yang lain juga melaksankan transaksi.

Bali Goes ASIA 2021 yang dibuka Kepada Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Gianyar, Anak Agung Gede Putrawan dengan pemukulan gong itu, tak hanya melaksankan table top secara of line, tetapi juga berlangsung secara on line (virtual). Pesertanya, khusus buyer dari luar daerah dan luar negeri yang tidak bisa hadir, sebagai dampak dari pandemi. Saat itu, ada 15 buyer dari luar daerah dan 35 buyer dari luar negeri yang mengikuti table top secara virtual.

Kadispar Anak Agung Gede Putrawan pada kesempat itu sempat menjelaskan desa budaya yang ada di Kabupaten Gianyar. Dirinya sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya membangkitkan pariwista di masa pandemi. Pemerintah pusat dan daerah telah mengambil berbagai langkah, salah satunya menetapkan Ubud di Gianyar sebagai kawasan green zone. “Untuk mendukung green zone dan kebangkitran pariwisata Bali, tentu perlu ada sinergi antara pemerintah dan industri pariwisata,” katanya.

Setelah ditetapkan sebagai kawasan green zone, Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan vaksinasi pertama di delapan desa di Ubud. Pada Mei lalu, bersama-sama dengan industry juga melakukan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE) di hotel, restoran, Daya Tarik Wisata (DTW) sebagai bentuk komitmen dibukanya pariwisata ini. “Langkah berikutnya, kita menunggu satu poin yaitu dibukanya pariwisata dengan konskwensi proses vaksinasi di Bali berjalan lancar. Mudah-mudahan di Juni Juli ini akan dibuka pariwisata, asalkan Covid -19 terkendali,” harapnya.

Ketua Ubud Hotel Association (UHA) Gede Karilo mengatakan, ajang pariwisata ini penting untuk menbangkitkan gaerah insan pariwisata yang sudah hampir 1,5 tahun libur. UHA siap berkolaborasi dengan pemerintah dan asosiasi lain, agar target border untuk awal domestic selanjutnya internasional bisa dibuka dan lancer. UHA sebagai organisasi pariwisata dibentuk sekitar 16 tahun dalam suasaa pariwisata seperti sekarang, yakni setelah bom Bali. “Visi misinya untuk menyambungkan komonikasi hotel di Ubud, sehingga situasi seperti ini bisa tetap semangat,” ujarnya.

General Manager Kirana Bali Wisata, Desak Putu Krisnawati mengatakan, Bali Goes ASIA ini awal mulanya diperuntukan untuk semua partner luar negeri yang telah mensuport Kirana Bali Wisata selama ini. Sebagai bentuk apreasiasi terhadap kerjasama dan support yang sudah mereka berikan, maka ajang ini digelar setiap dua tahun. Basli Goes ASIA semestinya dilaksanakan pada 2020, namun karena pandemi, baru bisa dilaksanakan hari ini. “Kegiatan ini menjadi momentum agar bisa membangkitkan semangat kami, bahwa sector pariwisata Bali pasti kembali sebagai salah satu penghasil devisa utama, selain sector-sector lainnya,” katanya.

Apalagi dengan kehadiran pejabat pemerintahan, seperti Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar serta support dari pelaku pariwisata. “Semoga kehadiran para pejabat pemerintahan ini bisa menambah imun kami untuk tetap bisa berkarya memberikan yang terbaik untuk kelangsungan pariwisata Bali,” tutup Desak berharap. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us