Bali Harus Tetap Produktif dengan Prokes

Bali Harus Tetap Produktif dengan Prokes

Hampir dua tahun dilibas pandemic Covid-19, perekonomian Bali yang mengandalkan sector pariwisatanya. Sempat sangat terpuruk triwulan pertama tahun ini dengan pertumbhan -9%, namun lambat laut kondisi ini terus terkoreksi meski masih dalam kondisi kontraksi. Namun begitu, masyarakat bali mesti tetap produktif dengan budaya baru 3M. Memakai masker kalau beraktivitas kelaur rumah, sesering mungkin mencuci tangan serta menghindari kerumunan,

Sampai dengan triwulan III Tahun 2021, secara year on year (YoY) perekonomian Bali masih terkontraksi sebesar minus 2,91 persen. Hal ini tentu berdampak sangat serius pada kesejahteraan masyarakat Bali. Covid-19 belum dapat dikendalikan sepenuhnya, bahayanya masih nyata, sementara perekonomian juga harus diselamatkan. 

Demikian dikatakan Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati , Selasa (23/11). Sementara itu, pencapaian vaksinasi suntik tahap pertama di Bali sampai Minggu, 21 November 2021 telah mencapai 100,92% dari target jumlah penduduk yang di vaksin 3,4 Juta penduduk. Sementara untuk vaksin suntik kedua telah mencapai 88,10 %. Sehingga dengan capaian target vaksinasi ini diharapankan akan terbentuk herd immunity masyarakat Bali untuk dapat mengurangi risiko penyebaran Covid-19 dalam beraktivitas.

Selain itu, seluruh Kabupaten/ Kota di Bali saat ini berada pada zona risiko rendah Covid-19 atau PPKM level 2. Walaupun penyebarannya Covid-19 di Bali sudah mulai bisa dikendalikan tetapi potensi penyebarannya masih tetap ada, maka protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan secara ketat dan disiplin. Dia mengharapkan semua pihak agar saling mengingatkan agar tetap menjalankan protocol kesehatan 3M. Memakai masker saat keluar rumah, sesering mungkin mencuci tangans erta menghindari kerumunan.

Selain itu, masyarakat harus tetap produktif dimasa pandemi, tetapi dengan cara-cara baru. Adaptasi kebiasaan baru itu dengan tatanan kehidupan Bali era baru dimana masyarakat Bali harus tetap produktif, inovatif dengan kesadaran protokol kesehatan yang ketat. Selain itu harus ada  kolaborasi, kerjasama dan saling dukung  dari semua unsur Pentahelix yang terdiri dari unsur Pemerintah, Akademisi, Dunia Usaha, Media dan Masyarakat untuk penanganan dampak Covid-19. (BTN/pal)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us