Bali Mulai Ramai Namun Tarif Kamar Hotel Masih Rendah

Bali Mulai Ramai Namun Tarif Kamar Hotel Masih Rendah

Sejak mulainya maskaia asing melakukan penerbangan ke Bandara Ngurah Rai Bali, kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) terus mengalir. Walau dalam sehari jumlahnya tak sebanyak sebelum pandemic, namun kedatangan wisatawan asing itu memberikan catatat positif terhadap pariwisata Bali. Disamping itu, mengawali tahun 2022, Wisatawan Domestik (Wisdom) terus berdatangan. “Tarif kamar hotel saat ini masih rendah, berada dibawah 50 persen jika dibandingkan sebelum pandemic,” kata CEO Pramana Experience, I Nyoman Sudirga Yusa, Senin, (4/4).

Sudirga Yusa mengakui, mulai mengalirnya wisatawan itu sebagai momen bangkitnya pariwisata Bali. Meski demikian, bukian berarti seluruh industri pariwisata Bali bisa dikatakan pulih, sebab masih ada yang belum bisa mengangkat seperti dulu. Sebut saja salah satunya, tarif kamar hotel yang ada saat ini, belum bisa menyamai seperti dulu. Karena itu, diperlukan waktu bertahap untuk tarif kamar hotel kembali normal dengan mengamati pertumbuhan wisatawan.

Pria yang aktif diberbagai organisasi pariwisata ini menegaskan, saat ini situasi sejumlah hotel mulai ada geliat dengan kebijakan diberlakukannya visa on arrival (VoA) kepada 42 negara. Termasuk kebijakan lainnya yang mendukung kemudahan wisatawan datang ke Bali. Hanya saja, untuk tarif kamar hotel saat ini masih rendah, yakni dibawah 50 persen dibandingkan sebelum pandemi. “Ini yang perlu didorong,” ungkapnya.

Untuk mendorong harga kamar saat ini, Sudirga Yusa mengungkapkan, mesti sangat berhati-hati, karena masih harus melihat geliat pertumbuhan. “Sekiranya pemerintah bisa memberikan data akurat terkait jumlah kedatangan wisman atau wisdom dan pertumbuhan jumlah kedatangan (penerbangan) baik domestik ataupun internasional tentu akan sangat membantu pelaku industri pariwisata mengantisipasi hal ini,” paparnya.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang masih perlu diperhatikan guna lebih menggeliatkan kedatangan wisatawan dan mempercepat pemulihan perekonomian Bali. Beberapa diiantaranya perluasan negara pemberlakuan VoA, termasuk penghapusan tes PCR jika calon traveler sudah vaksinasi lengkap. “Semua ini sudah dilakukan oleh negara-negara lainnya, maka perlu menjadi pertimbangan. Saya usulkan perlu mensubsidi wisdom, sehingga sektor pariwisatan nasional dan Bali khususnya semakin cepat untuk pulih,” harapnya.

Hal senada juga dikatakan Resort Manager Alantara Sanur, Agung Putra. Okupansi wisman sudah mulai ada, dan cukup signifikan namun itu di bulan Juni mendatang. Pemesan kamar oleh wisman mulai ada, sehingga untuk tarif kamar mulai menyesuaikan. “Saya rasa, tarif kamar hotel mulai naik jika dilihat dari awal pandemi. tentu saja, belum bisa mencapai harga normal, seperti sebelum pandemic,” ucapnya penuh harap. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us