Bali Turun ke Level 3, Pelaku Pariwisata Tetap Berharap Border Internasional Dibuka

Bali Turun ke Level 3, Pelaku Pariwisata Tetap  Berharap Border Internasional Dibuka

Bali kini menyandang level 3 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sebelumnya, kebijakan Pemerintah Provisni Bali juga memberikan uji coba dibukanya Daya Tarik Wisata (DTW) alam, budaya, buatan, spiritual, dan desa wisata dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen. Hal itu menjadi berita yang menggembirakan, namun belum adanya tanda-tanda dibukanya border internasional. “Saya sangat senang dengan berita PPKM yang kini berada pada level 3 dan beberapa uji coba seperti mall, pusat perbelanjaan dan juga obyek wisata,” kata General Manager (GM) THE HAVEN SUITES Bali Berawa, Bogank Septiyadi, Rabu (15/9).

Mulai dibuka kembali mall, pusat perbelanjaan dan objek wisata tentu dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) yang wajib diikuti. “Saya berharap border internasional juga dilakukan uji coba pembukaan terlebih dahulu dengan peraturan dan prokes ketat. Dengan demikian, kemungkinan pariwisata dapat mulai perlahan bangkit kembali. Semoga saja varian baru virus corona “MU” tidak masuk ke Indonesia, sehingga sektor pariwisata dapat mulai merintis kembali dari awal,” harapnya.

Bogank meminta dukungan seluruh masyarakat agar selalu menjaga kesehatan, melakukan 3T (Testing, Tracing dan Treatment), sehingga dapat mendeteksi dini dari adanya virus corona dan juga percepatan vaksinasi di masyarakat serta seluruh sektor di Bali. Dirinya berharap pemerintah dapat memberikan insentif khusus, seperti adanya pembebasan pajak bagi sektor-sektor yang terdampak dan juga masyarakat kecil khususnya. “Salah satu sektor terbesar di Bali yaitu sektor pariwisata, semoga pemerintah dapat memberikan bantuan khusus bagi pelaku pariwisata. Saya berharap seseorang yang ingin melakukan perjalanan ke daerah lain, seperti test Swab atau Rapid di gratiskan oleh pemerintah. Dengan begitudapat memudahkan orang untuk berkunjung dan memutar roda perekonomian di Indonesia khususnya,” ucapnya.

GM Panorama Bali, Carla Haryanto-Roozen mengucapkan terima kasih kepada Pemerintan Provinsi Bali yang sudah menurunkan PPKM ke Level 3. Usaha keras dari hospitality leaders Bali telah membuahkan hasil dari penurunan level 4 ke level 3, sehingga sekarang tour operator bersiap menjalankan protokol pemerintah untuk menyambut normal baru. Protokol ini akan mengedepankan sisi kebersihan, kesehatan, keamanan. “Tidak ada pilihan lain sekarang ini, saya sangat optimistis semua bisa berteman dengan Covid-19, tetapi control dan prosedur harus dilakukan ketat bersama-sama dengan seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali setelah vaksinasi berhasil dilakukan,” paparnya.

Hanya saja, lanjut Carla Haryanto-Roozen, belum ada kepastian dari pemerintah terkait keputusan untuk membuka pintu wisata internasional. Sekarang ini semua tour operatos outbound dan inbound segera membutuhkan kepastian “Road map”. Dimana dijelaskan di roadmap tersebut persyaratan-persyaratan yang akan diterapkan untuk Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang akan datang berkunjung ke Indonesia. “Roadmap ini sangat penting dan harus diumumkan segera karena kami membutuhkan waktu untuk mensosialisasikan informasi ini kepada seluruh karyawan kami dan juga untuk partner overseas agent kami,” tegasnya.

Semua itu memerlukan waktu. Sekarang pemerintah sudah mengumumkan akan lebih mengutamakan program “high end tourism”. Padahal seharusnya program tersebut disosialisakan dulu dan informasi secera details dari definisi High End Tourism itu apa dan seperti apa? High end tourism yang akan menjadi bagus untuk pariwisata Bali yang berkualitas yang lebih peduli dengan alam dan budaya (sustainable tourism). “Ini seharusnya diimplementasikan kepada semua tingkatan pelaku pariwisata. Jika hanya akan di eksekusi program ini hanya di level orang “kaya” kemungkinan kedepannya pulau Bali sebentar lagi akan penuh dengan villa-villa,” sebutnya.

Pariwisata Bali seharusnya lebih focus dengan unique selling point pariwisata Bali, yaitu budaya, alam, rakyatnya yang ramah dan masakanya. “Di Bali sudah cukup banyak bangunan, sudah cukup banyak alam hancur karena ulah manusia. Sekarang ini, kita di Bali seharusnya kembali ke Bali yang asli, seperti uraian saya tadi,” ungkapnya.

Hotel Manager FRii Bali Echo Beach, Moh. Hasan Bisri Hasan Bisri juga menyambut baik atas penurunan level PPKM untuk di Bali, serta pembukaan Daya Tarik Wisata. Hal ini mengindikasikan keberhasilan untuk semua elemen yang terlibat dalam penangangan pandemic di Bali. “Kami berharap dengan penurunan PPKM ke Level 3 untuk Bali ini, bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Bali. Apalagi dengan syarat perjalanan sudah sangat dipermudah dan biaya testing juga sudah jauh lebih terjangkau oleh pemerintah,” ujarnya.

Pria kale mini lalu mengatakan, dirinya masih berharap untuk dibukanya border international sesuai dengan apa yang sudah disampaikan oleh Menteri Luhut, yaitu ketika Bali sudah di level 2. Karena itu, sebagai masyarakat yang hidup di Bali jangan sampai lengah untuk menjaga prokes. “Terkait dengan berita varian MU di Malaysia, semoga saja tidak sampai ke Indonesia. Sebab hal ini seharusnya bisa dideteksi lebih awal untuk pencegahan, karena salah satu persyaratan perjalanan international dari luar negeri wajib full vaksinasi serta PCR 3X. Seharusnya tidak ada masalah untuk kedatangan wisatawan bilamana border international untuk Bali dibuka,” tutupnya penuh harap. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us