Bantuan Angklung untuk Sanggar Sancita Werdhi di Banjar Panti Giri, Kutuh

Bantuan Angklung untuk Sanggar Sancita Werdhi di Banjar Panti Giri, Kutuh

Wakil Bupati (Wabup) Badung I Ketut Suiasa menyerahkan bantuan gamelan angklung kepada Sanggar Sancita Werdhi, Banjar Panti Giri, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Minggu (4/4). “Bantuan angklung ini sebagai salah satu wujud dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dalam upaya melestarikan seni, adat, agama dan budaya,’ kata Wabup Suiasa.

Bantuan gamelan angklung ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik demi ajegnya seni dan budaya bali. “Kami harapkan sarana gambelan ini dapat terus dipakai, dipelihara dengan baik, sekaligus mampu meningkatkan seni kerawitan, baik tingkat anak-anak, remaja, dewasa maupun PKK,” jelasnya.

Agama Hindu di Bali tidak bisa dilepaskan dari tiga hal yaitu, agama, budaya dan adat. Gong bagian dari kesenian dan budaya yang sudah menjadi bagian dari Agama Hindu. Untuk itu Suiasa mengajak masyarakat, selain mengajegkan seni dan budaya, juga yang terpenting meningkatkan sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Seni adalah rasa, seni akan meningkatkan rasa persatuan kita, dimana seni berjalan dengan baik disana kramanya bersatu,” tambahnya.

Kelian Adat Br. Pantigiri I Wayan Suwija didampingi Kelian Dinas Ketut Lencana Yasa dan Ketua Sanggar I Wayan Widyarta Suryawan, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Badung khususnya Bupati dan Wakil Bupati Badung yang sudah membantu seperangkat angklung kepada Sanggar Sancita Werdhi Banjar Pantigiri.

Gamelan angklung ini sangat bermanfaat bagi sanggar seni di Banjar dalam meningkatkan kreativitas dalam bidang seni dan budaya, serta mendukung jalanya upacara pitra yadnya seperti nyekah. “Kami atas nama Sanggar dan Krama Banjar Pantigiri sangat berterima kasih atas bantuan ini. Semoga dapat dimanfaatkan dengan baik, tentunya dalam mendukung kegiatan keagamaan, seni dan budaya, ” jelasnya.

Acara tersebut juga dihadiri Anggota DPRD Badung I Wayan Sugita Putra, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, Perbekel Kutuh Wayan Mudana, Bendesa Adat Kuta I Nyoman Mesir, serta tokoh masyarakat setempat. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us