Bayu Gautama, Corporate GM Pramana Experience yang Baru

Bayu Gautama, Corporate GM Pramana Experience yang Baru

Kondisi pariwisata Bali belum menentu akibat pandemic Covid-19. Itu betul. Tetapi, harapan pulihnya kembali pariwisata berbasis budaya ini selalu ada. Karena itu, berbagai upaya yang dibarengi rasa optimisme menjadi salah satu cara untuk mewujudkan pulihnya pariwisata. Karena itu, Pramana Experience menambah team sesusai dengan kebutuhan operational dengan sikap dan kemampuan yang teruji. “Harus kerja keras. Mengawali Tahun 2021 merupakan tantangan bagi semua usaha jasa perhotelan saat ini, dan Pramana Experience tetap optimis menatap tahun 2021,” kata Corporate General Manager (GM) Bayu Gautama, Jumat (29/1).

Pria asal Tabanan ini merupakan orang baru di Pramana Experience. Bayu merupakan talenta lokal yang telah malang melintang dalam dunia perhotelan lebih dari 25 tahun. Ia pernah bergabung dengan salah satu perusahaan online terkemuka sebagai Area Manager untuk Bali-Nusra. Adanya team baru diposisi Corporate GM ini akan menambah kemampuan perusahaan dalam melaju dan memberikan nuansa berbeda. “Kami telah menyiapkan berbagai strategi dijajaran Direksi dan Corporate team untuk senantiasa bisa bergerak dalam situasi yang masih belum menentu ini,” ungkapnya.

Bayu kelahiran, April 1971 ini memiliki kemampuan yang sudah teruji, sehingga dengan kehadirannya di team Pramana Experience diharapkan akan menambah kemampuan perusahaan dalam melaju dan memberikan nuansa berbeda. Ia sudah memiliki pengalaman kerja di hotel industri sekitar 18 tahun di Bali dan di Republik Maladewa, serta selama 9 tahun di salah satu Online Travel Agent (OTA) Internasional sebagai Area Manager Bali dan Nusa Tenggara.

Menurut Bayu, untuk menjalankan suatu manajemen di tengah pandemi memang tidak mudah, karena banyak hal yang harus dipertimbangkan. Salah satunya yang terpenting adalah kesejahteraan karyawan, baik itu material maupun non material. “Dua hal ini sangat berkaitan karena happy employee sama dengan happy customer yang pada akhirnya customer akan memberikan income untuk perusahaan. Satu hal lagi yang penting saat ini, adalah menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes). Dimanapun kita berada termasuk di lingkungan kerja mesti disiplin prokes untuk mencegah penyebaran Covid-19. Ini salah satu kunci pemulihan pariwisata di Bali,” ungkapnya serius.

Dimasa Pandemi dan keputusan pemerintah untuk memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), adalah tantangan yang mesti dihadapi pelaku usaha, termasuk pariwisata. “Keputusan pemerintah ini tentunya tidak bisa kita kontrol, jadi lebih baik kita fokus dengan 3 hal yang bisa kita control, yaitu penerapan Cleanliness, Health, Safety, dan Environment (CHSE), penetapan tarif yang sesuai dengan daya beli local dan hal tersebut diterapkan tanpa mengurangi kualitas service yang diberikan oleh Sumber Daya Manusianya (SDM),” bebernya.

Bayu mengajak semua pelaku pariwisata harus yakin pandemi ini akan berakhir suatu saat nanti. Pada 2020 sudah melalui secara bersama, dan tentunya sudah mulai terbiasa dengan situasi ini. “Jadi jangan menyerah, fokus dengan hal-hal yang kita bisa kontrol. Mulai dengan hal yang paling simple ikuti Prokes,” tutupnya tersenyum ramah. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us