“Bazaar Sembako Part III” dari UHA

“Bazaar Sembako Part III” dari UHA

Hampir dua tahun pandemi Covid-19 menghantam perekonomian di seluruh lini. Bali yang sumber utama perekonomiannya dari sektor pariwisata sangat terdampak. Apalagi ketika pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Daruta menjadikan kondisi perekonomian di Bali, dan Ubud khususnya semakin sulit. “Karena itu, kami Ubud Hotel Association (UHA) sebagai asosiasi perhotelan menginisiasi kegiatan Bazaar Sembako III untuk karyawan dari 100 properti member yang bernaung di bawah UHA,” kata Chariman UHA, Gede Karilo.

Sebelumnya UHA telah menyalurkan lebih dari 2000 paket sembako bersubsidi dalam tahap I dan II. Masing-masing paket tersebut terdiri dari 5 Kg beras, 15 pcs telur, 1 liter minyak goreng, sayuran, dan bumbu makanan. “Untuk Bazaar Sembako III ini, kami membuat paket senilai Rp100.000/paket, dengan subsidi sebesar Rp 50.000/paket dengan inklusi yang masih sama dengan bazaar sembako I dan II. Program ini menyasar para karyawan dari anggota UHA, yang sebagian besar merupakan masyarakat lokal dimana member kami berada,” ucapnya.

Kegiatan Bazaar sembako itu berlangsung di Santi Mandala Villa, Jumat 17 September 2021. Pembagian sembako diambil oleh perwakilan perusahaan dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat. Bazaar sembako ini didukung oleh para donator, diantaranya Bank BPD Bali Cabang Ubud, Bank Mandiri Cabang Ubud, dan Ni Made Marthini, selaku Direktur Perundingan Bilateral department Perdagangan RI. “Setelah Bazar kedua, kami tidak berharap akan melakukan ini kembali, tetapi situasi dan kondisi di lapangan yang dihadapi members kami bersama teamnya sangatlah sulit, bahkan situasi lebih parah dari awal tahun ini,” jelas Karilo.

Maka dari itu, UHA bersama beberapa partner termasuk dari Perbankan, Personal Donatur bergabung bersama, bahu membahu membantu masyarakat lokal, melalui pekerja Pariwisata di property member UHA. Dengan tekad kuat membantu para members dengan sembako bersubsidi 50% ini. “Kami menaruh harapan besar agar situasi pariwisata cepat kembali normal. Dimulai dengan dipermudahnya syarat perjalanan udara, dan juga disusul dengan pembukaan border melalui Bandara Ngurah Rai. Kami yakin hampir seluruh pelaku pariwisata di Bali sudah divaksin, disertifikasi CHSE, dan siap menjalankan seluruh aturan pemerintah untuk mengembalikan perekonomian Bali yang masih minus, serta memerangi penyebaran Virus Covid-19 ini,” tutupnya berharap. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us