Begini Gaya Paiketan Krama Istri “Nyatwa” di Bulan Bahasa Bali IV

Begini  Gaya Paiketan Krama Istri “Nyatwa” di Bulan Bahasa Bali IV

Krama Istri duta Kabupaten Badung keluar sebagai jayanti (juara) I pada Wimbakara (Lomba) Mesatua dalam ajang Bulan Bahasa Bali IV yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Jumat (18/2). Untuk juara II dan Juara III masing-masing diraih oleh Krama Istri duta Kabupaten Gianyar dan Krama Istri Duta Kota Denpasar meraih Juara III. Lomba mesatua diikuti kalangan ibu-ibu (paiketan krama istri) mewakili sembilan kabupaten/ kota di Bali. Para peserta tampil total, tampil menguasai panggung, ekspresif, menarik dan komunikatif.

Tema, penokohan, alur cerita hingga pesan yang disampaikan masing-masing peserta lomba menjadi pertimbangan mutlak dalam penilaian lomba Nyatua Tingkat Provinsi Bali tersebut.
Cerita yang dibawakan sebagian besar mengambil cerita tantri, dengan penokohan antara yang baik dan jahat, dalam upaya menjaga dan melestarikan ekosistem lingkungan. Hal ini sesuai dengan tema Bulan Bahasa Bali IV ‘Danu Kerthi, Gitaning Toya Ening’ yakni memuliakan air sumber pengetahuan.

Adapula peserta yang melenceng menyajikan satua dengan memaksakan alur cerita yang tidak ada kaitanya dengan tema air. “Kami mengapresiasi ada peningkatan peserta lomba dari kalangan krama istri, rata-rata cukup bagus, tidak kaku, namun ada beberapa catatan, seperti ketidaksesuaian dengan tema, pengucapan kata-kata yang kurang sesuai dengan kaidah bahasa Bali yang benar, namun secara umum penampilanya mereka cukup baik, jauh meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, ” kata dewan juri Dr. IB Rai Putra, M.Hum didampingi dewan juri lainya I Gede Tarmada dan Ni Komang Ari Pebriyani.

Nyatua bukanlah seperti memberi dharma wacana, nyatua ada tema di dalamnya, ada tokoh cerita yang disuguhkan, dan kemampuan komunikatif dengan penonton. “Interaksinya jelas, apa isi cerita juga mampu disampaikan, kemudian pengucapan kata-kata, karena ini lomba Bahasa Bali harus diperhatikan, tidak boleh sembarangan, pengucapanya harus benar, baik awalan akhiran tepat diucapkan,” ungkapnya.

Kedepan, upaya pembinaan di daerah mesti ditingkatkan. Lomba-lomba nyatua di tingkat kabupaten digairahkan lagi, sehingga muncul pembawa cerita-cerita Bali yang andal semakin banyak. “Dalam cerita Bali sangat banyak topik yang bisa dikembangkan, terlebih ajang Bulan Bahasa Bali menjadi wadah melahirkan para pendongeng Bali yang andal, sehingga banyak orang yang berbicara tentang cerita-cerita Bali yang memiliki catatan literasi. “Semakin banyak membicarakan pengetahuan dan nilai-nilai keluhuran Bali tentang pelestarian dan sebagainya,” tandas Gus Rai. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us