Begini Penerapan Prokes di Melia Bali Jelang WFB

Begini Penerapan Prokes di Melia Bali Jelang WFB

Sebagai upaya menggeliatkan pariwisata Pulau Dewata, pemerintah pusat mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bekerja dari Bali atau Work From Bali (WFB). Kebijakan tersebut diikuti oleh tujuh kementerian, sehingga dapat membantu memulihkan dan menstimulus perputaran ekonomi. Lokasi yang dipilih sebagai tempat untuk WFB adalah Nusa Dua, kawasan yang dikelola Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC). Ada sebanyak 16 hotel di kawasan itu yang tergabung dalam program tersebut. Hotel-hotel yang menjadi tempat WFB tak hanya menerima dan melayani tamu dengan baik, tetapi juga dituntut untuk mengubah prilaku dalam menjalani kehidupan era baru dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat. Nah, seperti apa bentuknya?

Melia Bali yang masuk dalam daftra 16 akomodasi tersebut memiliki sepuluh tipe kamar termasuk Lagoon Access Junior Suite dan sepuluh villa privat. Ada juga sepuluh villa privat yang letaknya cukup jauh dari resor. Setiap villa memiliki taman, kolam renang, dan area makan luar ruangan. Beberapa fasilitas yang tersedia adalah layanan laundry, rental mobil, jasa pengasuh anak, area bermain anak, dan klinik kesehatan. Di masa pandemi Covid-19, semua fasilitas hotel tersebut menerapkan prokes secara ketat, sebagai upaya mencegah penularan Covid-19. Bahkan telah mengantongi beberapat sertifikat, seperti Have Successfuly Participanted in Covid-19 Management for Horteliers BIMC Siloam dan sertifikat Tatanan Kehidupan Era Bali Bidang Pariwisata dari Dinas Pariwisata Bali.

Guest Experience Director, Frieda Zuther mengatakan, pelolaan secara umum hotel ini menerapkan Standar Oprasional Prosedur (SOP) terbaru diikuti dengan pelatihan intensif di setiap depatemen yang disesuaikan dengan kegiatan operasional hotel menyangkut tindakan pencegahan Covid-19. Mengatur tindakan menjaga jarak dan kapasitas maksimum di setiap hotel yang berbeda. Para karyawan mengatur prosedur kerja untuk mengurangi durasi, frekuensi, dan intensitas paparan dar ihal yang beresiko yang berdasarkan panduan operasional Covid-19. Duta Covid-19 dibentuk untuk memberikan informasi serta mengajak setiap tamu untuk megubah prilaku untuk taat dalam penerapan prokes.

Untuk mendukung hal tersebut, maka dibarengi dengan penyediaan fasilias dan peralatan penecegah pandemic yang memadai seperti masker, sarung tangan, pembersih tangan, menerapkan regulasi disinfeksi harian terutama pada sejumlah titik yang banyak terjadi sentuhan fisik. SOP untuk menangani pasien dengan penyakit menular dan pencegahan infeksinya utamanya menangani tamu dan pegawai dengan gejala Covid-19. “Kami para pelayan wisatawan wajib mengikuti pelatihan dari BIMC Hospital dan WHO,” ungkapnya.

Karyawan pada saat di tempat kerja maisng-masing bertanggungjawab pada kesehatan pribadi dengan wajib mengikuti prosedur mencuci tangan, menggosok tangan, dan menjaga jarak. Mereka wajib melakukan pemeriksaan suhu tubuh ketika memasuki hotel, menggunakan alat pelindung diri yang lengkap, seperti masker atau face shield. Di area karyawan dipasang poster dan informasi pencegahan pandemi. Pegawai dijadwalkan kapan untuk makan dengan tujuan mengurangi banyaknya kerumunan, tindakan menjaga jarak di area pegawai dan mesi nabsen tanpa sentuhan untuk mengurangi kontak langsung. “Kami juga menerapkan salam khas Bali tanpa berjabat tangan, memeluk, atau sentuhan fisik,” ucapnya.

Front office bertuga untuk melakukan pengecekan temperature dan prosedur seleksi sebelum check-in. Sekaligus mempersilahkan para tamu mencuci tangan dan pembersih tangan disediakan di are check-in. Penerapan menjaga jarak, pulpen yang steril. Tim front office akan sering membersihkan meja tulis. Sementara bell boy membersihkan troli setelah selesai membawa barang. Semua supir akan menggunakan semprotan pembersih setelah menyediakan layanan. Para pegawai hotel pembersih tangan sebelum berinteraksi dengan para tamu. Saementara untuk faktur proforma dan dokumen lainya yang berhubungan dengan masa inap akan dikirim kepada tamu melalui email.

Untuk area publik dan fasilitas secara umum, disetiap sudut area hotel disiapkan alat pembersih tangan, penerapan prosedur disinfektan di segala area publik dan berbagai titik terjadinya sentuhan fisik pada setiap 4 jam berdasarkan catatan. Pemeliharaan klorin di level 0.6 – 1 PPM di setiap tempat penyediaan air kolam, penerapan aturan menjaga jarak untuk aktivitas tamu. Hotel juga menyiapkan petunjuk elektronik atau kode QR. “Kami memastikan suhu di bagian pembersih piring diatas 80o C ketika tahap membilas dan menjamin suhu air panas di kisaran 55-60oC untuk mencuci linen,” bebernya.

Frieda Zuther mengaku, untuk laundry disiapkan alat pembersih tersendiri di setiap kamar dengan pengaturan AC kisaran suhu 23-26oC. Semua linen yang kotor ditutup ketika dibawa ke laundry, sehingga menjamin pencegahan kontaminasi dari linen kotor ke linen bersih. Pegawai laundry menggunakan masker dan sarung tangan dan berkerja dengan perusahaan laundry bersertifikat ISO dan memiliki area terpisah antara area kotor dan bersih.

Di dalam Gerai Makanan dan Minuman, meja restoran diposisikan berdasarkan tindakan menjaga jarak dengan tanda di atas lantai. Menggunakan pembersih tangan secara langsung ketangan para tamu sebelum memasuki restoran dan bar. Tempat mencuci tangan ada di Sateria Beachside Restaurant. Para keryawan akan membersihkan meja dengan disinfektan dan tisu setelah tamu meninggalkan mejanya, serta menu restoran disediakan melalui kode QR. “Kami juga memiliki stnadar perawatan pegawai, untuk memastikan kesehatannya,” imbuhnya.

Penerapan prokes di Dapur Makanan Dan Minuman diawali dari pelaksanaan mencuci tangan dan pengukuran suhu kepemasok bahan yang datangke hotel. Pemasok bahan yang memasuki lokasi hotel harus memakai alat pelindung diri yang memadai. Sementara untuk pegawai wajib memakai masker dan standar kerbersihan yang terjaga menggunakan hairnet. Penerapan perjanjian kode pemasok menurut situasi Covid-19 dimana pemasok menandatangani pernyataan yang menyatakan perusahaanya menerapkan protokol kesehatan melawan Covid-19. “Sebelum itu, setiap pegawai dapur wajib melakukan pelatihan dalam menangani hidangan dimasa pandemi ini,” tambahnya.

Respon dari survey kepuasan tamu cukup beragam dari para tamu. Secara keseluruhan mereka sangat puas menginap di Melia Bali dan penerapa protokol kebersihan dan kesehatan dimplementasikan dengan baik. “Resor keluarga yang luar biasa dengan protokol kesehatan yang baik. Kami senang karena kami menghabiskan 2 minggu liburan di Bali dengan menginap di Melia. Itu adalah waktu menginap terbaik dan bahkan sempurna untuk kami. Kamu melihat mereka melakukan renovasi yang baik di bagian fasilitas hotel. Kami suka pemandangan baru Beach side Restaurant dan tempat anak-anak bermain. Para pegawai penuh perhatian. Penerapan protocol kesehatan yang sangat baik membuat kami merasa tetap terjaga sehat. Pegawai membersihkan kamar dengan sangat baik. Area sarapan luas dan menyediakan tempat makan diluar ruangan, kami tentu akan kembali lagi,” tulis Huika dalam catatan kepuasan tamu.

Dyah Saptaria mengatakan dalam tulisannya, pegawai yang baik, fasilitas bagus, protokol kesehatan bagus. Ia yang menginap selama 3 malam di kamar dengan akses langsung kekolam renang. “Kamar sangat bagus, kolam renang sangat spektakuler, pegawai sangat baik. Tempat yang bagus untuk menghabiskan liburan dengan anak-anak, karena disediakannya banyak aktivitas anak-anak, seperti melukis dengan pasir, memberi makan ikan, memanggang marshmallow, pemutaran film, tempat bermain luas dan mainanya dibersihkan dengan disinfektan secara rutin. Kamar dibersihkan disinfektan secara rutin. Sangat bagus dan ketat akan protokol kesehatan, seperti yang dilakukan ketika sarapan. Ini pengalaman menginap yang menyenangkan. Kami tentunya akan kembali,” paparnya.

Sementara Inez C sangat terkesima dengan Ibu Dayu salah satu pegawai yang sangat membantu menyediakan semua kebutuha nanak-anak, dan mendengarkan apa yang mereka inginkan. Membukakan pintu dalam ruangan untuk putra kami yang memiliki alergi dengan AC dan udara kotor. “Dia juga menjaga putri kami dan menjelaskan banyak hal tentang pura dan budaya Bali dengan cara yang menarik. Tentunya akan kembali untuk klub anak-anak ini. Mereka sangat peduli tentang bagaimana membersihkan peralatan mereka dan membatasi jumlah anak. Ya, kami datangketika pandemic,” tegasnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us