Bendungan di Bali Barat ini Disukai Wisatawan. Cek Faktanya

Bendungan di Bali Barat ini Disukai Wisatawan. Cek Faktanya

Jika sudah terbiasa dengan keindahan alam pantai, pegunungan, danau ataupun sawah berundak, maka Bendungan Palasari ini akan memberikan alternatif tempat wisata di Bali. Bendungan Palasari, awalnya memang dibuat untuk pengendalian air dan sebagai tempat penyimpanan air untuk keperluan irigasi pertanian, namun belakangan menjadi tempat wisata yang sangat menarik. Tempatnya luas seolah sebuah danau alami, sehingga terlihat indah dan tampil cantik. Udaranya segar dan alami jauh dari keramaian, sehingga cocok untuk bersantai dan menenangkan diri dari hiruk pikuk kota.

Kalau berwisata ke Bali, tidak salah mengagendakan acara tour dengan tujuan ke wilayah Jembrana atau wilayah Bali Barat, maka bisa mengagendakan tour ke Bendungan Palasari. Masyarakat lokal yang bosan dengan tempat wisata yang itu-itu saja, bisa mencoba Daya Tarik Wisata (DTW) yang ada di Dusun Palasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Lokasi mudah dijangkau, yakni dengan jarak tempuh dari kota Denpasar sekitar 3 jam (116 Km), sedangkan dari pusat kota Negara berjarak sekitar 23 Km (sekitar 40 menit berkendara). Selama perjalanan menuju bendungan, pasti enarik karena disetiap desa yang dilewati kaya aktivitas budaya sebagai bumbu perjalanan berwisata.

Dusun Palasari di Desa Ekasari cukup populer sebagai tujuan wisata ziarah Katolik. Karena di kawasan desa ini ada gereja dan Gua Maria Palasari, yang tampil cantik dan indah. Banyak wisatawan Katolik yang mengagendakan tour ziarah ke Gereja Palasari – Gua Maria, juga bisa dikemas dengan sejumlah destinasi wisata lainnya di kawasan Bali Barat, termasuk berkunjung ke DTW Bendungan Palasari ini. Aapalagi Ekasari sebagai desa wisata masuk 100 besar Anugrah Desa Wisata Indonesia dari 1831 Desa Wisata se-Indonesia. Di Bendungan Palarasi juga ada boat tour, jika berminat bisa naik boat perjalanan 45 menit isi 10 orang dengan harga tiket Rp 100 ribu.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Ekasari, I Komang Anom Suastika Tribayu SST, Par mengatakan, ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan menerapkan Pemberlakuan Pembetasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), DTW Bendungan Palasari sempat tutup untuk turut mencegah penyebaran Covid-19. Namun, setelah pemerintah memberikan ujicoba membuka objek wisata kembali, Bendungan Palasri perlahan-lahan dibuka untuk pengunjung. Bersamaan pembukaan itu dibarengi dengan menyiapkan faslitas Protokol Kesehatan (Prokes), seperti tempat mencuci tangan, pengunung wajib memakai masker dan membersihakn tangan dengan hand sanitizer. .

Bendungan Palasari ini, lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan yang menginap di kawasan Bali Barat. Jika sedang jalan-jalan di Kaupaten Jembrana, maka Bendungan Palasari ini wajib dikunjungi. Apalagi merupakan bendungan terbesar di Bali, dengan latar belakang hutan lindung dan bukit. Tempatnya indah dan tampil menawan, bisa dijadikan sebagai salah satu tempat berfoto dan selfie. Warga lokal menjadikan bendungan Palasari ini sebagai tempat bersantai yang ideal. “Apalagi yang gemar atau hobi memancing tempat ini menjadi pilihan, berbagai jenis ikan tawar hidup di bendungan ini, seperti gurami, nila, kaper, mujair dan lele, serta sebagai tempat rekreasi menyenangkan dengan alamnya yang indah dan cantik,” kata Anom didampingi koordinator pengelola bendungan, I Putu Suastika. .

Bendungan Palasari, berhawa cukup sejuk cukup ideal sebagai tempat wisata Tirtha. Wisatawan bisa menyewa sampan kemudian keliling menikmati keindahan bendungan, sebuah aktivitas wisata yang cukup diminati oleh para pengunjung, suasananya yang indah jauh dari keramaian membuat penikmat wisata alam petualangan ini juga betah berlama-lama. Bendungan Palasari memang belum begitu banyak dikenal, sebuah bank swasta pernah menjadikan tempat ini sebagai tempat syuting iklan. Hal ini, menimbulkan dampak cukup bagus bagi tempat ini sebagai media promosi.

Walau demikian, tetap membutuhkan promosi yang lebih gencar dari pemerintah jika ingin menjadikan bendungan Palasari sebagai tujuan objek wisata, dan bisa menjadi tujuan wisata selain pantai di pulau Dewata Bali. Bendungan yang memiliki luas sekitar 100 hektar, bisa dibayanglam cukup luas bukan. Bisa menyimpan sampai 8 juta kubik air bersumber dari beberapa sungai, sehingga sering dikatakan sebuah waduk atau sebuah danau buatan sebagai tempat menyimpan air. Bendungan Palasari mulai dibangun pada April 1986, selesai 3 tahun kemudian dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada, 23 Juli 1989. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us