Bertahan di Tengah Pandemi

Bertahan di Tengah Pandemi

Berita kunjungan wisatawan saat Hari Raya Natal dan Tahun Baru di D’tegal ATV Adventure, Jembrana tak semanis dengan Daya Tarik Wisata (DTW) lainnya di Badung, Denpasar atau pun Gianyar. Moment tahun baru yang diharapkan akan adanya peningkatan kunjungan wisatawan justru terasa pahit. “Saat Nataru, kunjungan wisatawan ke D’tegal ATV Adventure menurun drastis, bahkan sampai 0% per hari. Kami tidak ada kunjungan sama sekali,” ucap pengelola D’tegal ATV Adventure I Gede Eka Tri Ardana, Kamis (6/1).

Pria yang akrab di sapa De Tangsi ini menegaskan, angka kunjungan wisatawan pada tanggal 31 Desmnber 2021 hinga tanggal 1 – 2 Januari 2022 betul-betul kosong. Padahal, menjelang Nataru, dirinya bersama p[etugas lainnya telah melakukan persiapan secara matang, dengan membuka atraksi ATV dengan harapan mendapatkan tamu. Nyatanya, semua itu hanya dianggan-angan saja. “Artinya, libur Naturu kali ini sama sekali tidak ada pengaruhnya terhadap kunjungan wisatawan ke D’tegal ATV Adventure,” tegasnya pasrah.

Biasanya, kunjungan itu didomonasi oleh wisatawan domestik dan masyarakat lokal, tetapi akhir-akhir ini tidak ada yang berkunjung sama sekali. Suasana seperti ini diperkirakan akan terus terjadi, entah sampai kapan. “Maka itu, kami pihak D’tegal ATV Adventure terpaksa menutup sementara karena sama sekali tidak ada kunjungan wisatawan. Padahal, promosi wisata sudah gencar kami laksanakan lewat media sosial tetapi tetap saja hasilnya “0”. Jadi untuk mengurangi biaya operasional warung dan ATV D’Tegal terpaksa kami tutup sementara dan 4 orang karyawan kami rumahkan,” akunya polos.

Selama pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang kini bermutasi menjadi PPKM Level 3-4, tak banyak yang bisa dilakukan pengelola atraksi wisata ini. Karena itu harus tidak beroperasi alias ditutup sebagai bentuk dukungan dalam mencegah penularan Covid-19. Penutupan itu“ dilakukan sejak 3 Juli 2021 lalu. Moment tahun baru mencoba untuk mengadu nasib, sehingga membuka dan memberikan kesempatan wisatawan untuk menikmati atraksi menantang ini. Ternyata hasilnya kosong.

D’tegal ATV Adventure yang beralamat di Desa Wisata Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana diawal pandemi selalu saja ada wisatawan berkunjung, baik domestik, mancanegara ataupun warga lokal. Mereka memanfaatkan atraksi yang membutuhkan nyali ini. Jumlahnya memang tidak banyak, tetapi cukup untuk biaya operasional saja, tanpa ada untung. Namun, setelah penerapan PPKM Darurat, pengelola objek dan atraksi wisata wajib ditutup. “Sejak itu, kami tidak ada pemasukan sama sekali. Saya harus pinjam uang Rp 3 juta untuk biaya perawatan ATV di Juli saja,” imbuhnya.

D’Tangsi demikian nama panggilannya mengaku, saat membuka atraksi wisata ini dirinya telah menyiapkan 8 unit ATV. Sekarang, semuanya mangkrak tidak beroperasi. Demikian pula warung makan yang selalu menyiapkan aneka menu khas pedesaan bagi para petualang yang bisa memanfaatkan atraksi wisata ini juga ditutup. “Kami berharap pemerintah memberikan bantuan dana hibah dan dana CSR dari pihak swasta untuk menunjang kegiatan kami di desa wisata, serta untuk menambah fasilitas pendukung di tempat wisata kami ini,” harapnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us