“BHA Sustainable Food Festival” Digelar 27 September – 16 Oktober 2021

“BHA Sustainable Food Festival” Digelar 27 September – 16 Oktober  2021

Bali Hotels Association (BHA) meluncurkan “BHA Sustainable Food Festival” yang pertama. Festival makanan ini mengedepankan konsep berkelanjutan dan ramah lingkungan, yang berlangsung dari 27 September hingga 16 Oktober di 30 hotel anggota yang berpartisipasi. “Melalui festival ini, anggota BHA yang berpartisipasi memiliki kesempatan untuk memamerkan upaya inovatif yang telah mereka lakukan dalam mengadopsi prinsip keberlanjutan dalam kegiatan usahanya selama ini,” kata Ketua BHA, Jean Helière dalam virtual press conference, Selasa (21/9).

Selain program pengurangan sampah plastik sekali pakai yang sudah berjalan, hotel anggota yang berpartisipasi kini ditantang untuk menyiapkan satu menu makan siang yang terdiri dari dua hidangan dengan harga maksimum Rp 200.000 net per orang. Satunya lagi menu makan malam dengan tiga hidangan dengan harga maksimum Rp 350.000 net per orang. Menu-menu harus memenuhi kriteria keberlanjutan, seperti memakai bahan 100% produk dari Indonesia, minimal 75% produk yang ditanam secara organik, menghormati prinsip-prinsip perdagangan yang adil semisal perusahaan yang dipimpin oleh wanita dan seluruh produk makanan laut memiliki sertifikat keberlanjutan dan produk unggas bersertifikat free range (jelajah bebas, tidak dikandangkan).

Festival ini juga bertujuan untuk mengurangi keluaran sampah hingga mendekatinol, dengan mendorong hotel melakukan kegiatan pengurangan sampah seperti pengomposan dan pemisahan sampah untuk memfasilitasi upaya daur ulang. Inisiatif ini dimaksudkan untuk menetapkan tolok ukur untuk masa depan yang dapat diterapkan di seluruh area operasional di luar periode festival. “Hotel anggota yang berpartisipasi didorong untuk menyelenggarakan acara khusus dan lokakarya seputar tema berkelanjutan,” imbuhnya.

Perencanaan makanan berkelanjutan mencerminkan keputusan terkait dengan pemilihan makanan dan minuman yang disajikan, uakni harus diproduksi, diproses, didistribusi dan dibuang secara etis dengan cara-cara yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan mata pencaharian yang berkelanjutan. Jika sertifikasi yang relevan mungkin tidak tersedia, BHA menyarankan anggotanya untuk mengadopsi praktik perdagangan adil bersama, sebuah sistem perdagangan yang telah diverifikasi pihak ketiga yang memberikan harga lebih baik, kondisi kerja yang lebih baik, keberlanjutan lokal dan ketentuan renumerasi yang adil bagi petani dan pekerja lokal.

Dari sisi lingkungan, fokus diletakan pada perlindungan keanekaragaman hayati baik tumbuhan dan hewan serta kesejahteraan spesies yang dibudidayakan dan yang liar, produk yang ditanam secara organik yang melestarikan sumberdaya alam dan menyediakan manfaat sosial seperti peluang pendidikan dan pengembangan untuk generasi berikutnya. “Sektor pariwisata akan pulih dan mulai kembali dengan cara baru yang lebih berkelanjutan. Kami berharap inisiatif ini dapat meningkatkan kesadaran publik dan menunjukkan beragam tindakan yang telah diambil untukb eradaptasi dan berkembang selama masa-masa yang paling menantang ini,” ucapnya.

Environment Director BHA, Kevin Girard mengatakan, Sustainable Food Festival akan dimulai pada 27 September 2021, bertepatan dengan Hari Pariwisata Sedunia dan sesuai dengan tema tahun ini yaitu “Pariwisata untuk Pertumbuhan Inklusif (Tourism for Inclusive Growth)”. Hari Pariwisata Sedunia adalah hari peringatan global yang menumbuhkan kesadaranakan nilai sosial, budaya, politik, dan ekonomi pariwisata serta kontribusi yang dapat diberikan sektor ini untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Tema tahun ini Sustainable Food Festival yang merayakan kemampuan untuk mendorong pembangunan inklusif dan menghasilkan peluang baru melalui rantai pasokan lokal. “Ini adalah kesempatan kami untuk melihat melampaui statistik pariwisata dan mengakui bahwa, dibalik setiap angka, ada seseorang,” terangnya.

Festival akan berakhir pada 16 Oktober 2021 bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia, yang menandai upaya bersama dalam mengurangi kelaparan dan memastikan ketersediaan makanan yang sehat untuk semua orang. Hotel yang berpartisipasi akan membuat pernyataan penting untuk mengingatkan kita bahwa meskipun makanan merupakan salah sumber kesenangan dan hiburan, namun dengan mengubah fokus kita kearah mindful eating, di mana kita memiliki kesadaran penuh terhadap makanan yang dikonsumsi, kita dapat mengurangi jumlah makanan yang terbuang dan memberikan dampak positif bagi mereka yang kelaparan. “Nanti kan aksi lanjutan yang direncanakan oleh masing-masing hotel untuk memperingati hari spesial ini,” lanjut Kevin Girard.

Jika ingin memesan bisa mengunjungi www.balihotelsassociation.com dan bagian Sustainable Food Festival untuk melihat daftar hotel yang berpartisipasi beserta menunya masing-masing, dan cara melakukan pemesanan. Ini daftar hotel yang berpartisipasi dalam festival, yaitu AlilaUbud, Amadea Resort & Villas. AYANA Resort and Spa Bali, Bali SereS Springs Resort & Spa Singakerta, Conrad Bali, COMO Uma Ubud, COMO Uma Canggu, Grand Hyatt Bali, Hard Rock Hotel Bali, Hilton Bali Resort, Holiday Inn Resort Baruna Bali, Hotel Indigo Bali Seminyak Beach, Hotel Nikko Bali Benoa Beach dan Hotel Tugu Bali. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us