Bibit Cabai untuk Petani di Kuta Utara

Bibit Cabai untuk Petani di Kuta Utara

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana menerahkan 100 bibit tanaman cabai kepada masyarakat dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Tibubeneng Kuta Utara Badung. Bantuan dalam rangka meningkatkan gairah masyarakat tanam cabai (Gaungkan Matanabe) itu diserahkan di Balai subak Bantan, Banjar Kulibull Kawan Desa Tibubeneng, Kuta Utara Badung, Selasa (30/11). Bibit cabai diterima Ketua TP. PKK Br. Kulibull Kawan Tibubeneng Lenny Kamajaya serta Kelompok Wanita Tani, kemudian dilanjutkan peninjauan ke rumah warga yang sudah melakukan tanam cabai dan siap panen.

Kadis Wijana mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung berkomitmen untuk tetap memberi gairah kehidupan di sektor pertanian. Peran masyarakat petani diajak untuk menanam hasil pertanian seperti cabai yang merupakan komoditi yang menjanjikan bagi masyarakat petani di Badung. Kebutuhan akan cabai di masyarakat tentu menjadi peluang yang bagus untuk terus di kembangkan demi menghidupkan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Badung. “Pandemi Covid-19 telah membuka mata hati kita semua di Kabupaten Badung yang selama ini terlena dengan hingar bingar pariwisata,” ucapnya.

Keadaan ini telah menyadarkan kita semua untuk menggali kekayaan alam yang kita miliki yang selama ini seakan ketersampingkan. Petani dan pertanian telah menjelma menjadi sosok yang seakan tidak goyah oleh keberadaan pandemi Covid-19 dan dapat menjelma menyelamatkan kehidupan masyarakat Badung. “Geliat kecil ini bersama para ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani nya (KWT) dengan mulai dilakukan dari pekarangan rumah masyarakat dan semoga tumbuh dan terus bergulir ke lingkungan sekitarnya,” harapnya.

Masyarakat diajak untuk tidak terlena dan menunggu apa yang akan terjadi dengan pariwisata. Keberlangsungan hidup terus harus berjalan dan dijalani sementara pandemi Covid-19 ini terus muncul dengan varian-varian barunya bahkan di beberapa negara kembali melakukan lockdown. “Kita tidak harus terpuruk, mari bersama-sama kita bangun gairah ini dengan melangkah melalui sektor pertanian, kita masih punya lahan sawah dan ladang yang masih subur dengan petaninya,” ujatnya.

Mengapa tidak ini kita garap dengan sungguh-sungguh. Esok hari jika kehidupan normal kembali pertanian ini juga bisa dijadikan objek untuk menggerakan pariwisata dengan farmer tourism misalnya. “Kita ajak wisatawan yang datang kesini Tibubeneng dan melihat secara langsung bagaimana petani dan ibu-Ibu PKK panen cabai dan hasil pertanian lainnya atau kita ajak mereka bercocok tanam dan memetik hasil pertanian seperti memetik cabai yang kita tanam ini misalnya,” ajaknya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us