Buka Penerbangan Langsung Singapura – Bali. Apa benar?

Buka Penerbangan Langsung Singapura – Bali. Apa benar?

Pelaku pariwisata masih meragukan rencana pemerintah menambah penerbangan langsung (direct flight) dari Singapura – Bali bersamaan dengan dibukanya travel bubble antara Singapura dengan Batam-Bintan. “Dua tahun di masa pandemi, pemerintah melalui departement terkait selalu membuat sensasi dengan kebijakan-kebijakan yang terkesan membuat pelaku pariwisata terlalu berharap pada pemulihan sektor ini bisa berjalan baik. Kenyataannya, tidak terjadi atau sama sekali tidak berjalan,” kata CEO Pramana Experience, I Nyoman Sudirga Yusa, CHA, Selasa (25/1).

Sudirga Yusa menegaskan, pembukaan border intérnasional di Bandara Ngurah Rai pada 14 Oktober 2021, sampai saat ini belum ada pesawat internasional yang bisa mendarat. Bahkan, setelah melihat Surat Edaran yang dikeluarkan, ternyata Bandara Ngurah Rai tidak termasuk ke dalam jalur masuk bagi orang asing. “Ini kan sebagai salah satu rencana Kementrian Maritim dan Investasi, semestinya tidak mungkin tidak dapat direalisasikan di lapangan,” lanjut pria asal Klungkung ini serius.

Sejak awal kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah lebih menitik beratkan pada sektor kesehatan dengan melakukan pembatasan kegiatan atau perlintasan orang-orang. Nah, dengan penambahan penerbangan dari suatu negara dengan kasus omicron yang cukup tinggi, tentu berdampak pada Bali nantinya. “Apa sudah cukup yakin dengan pemberlakuan kebijakan karantina, green zone yang sudah disiapkan. Pada kenyataannya di lapangan masih banyak pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dari penerapan protocol Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE), baik dari individu dan organisasinya,” ungkapnya.

Menurutnya, hanya event internasional badminton yang terlihat sangat baik dalam penerapan travel burble kemarin. Sementara yang lainnya masih jauh dari apa yang disampaikan. Disamping itu, syarat ke Bali juga masih terlalu berat, seperti malasah asuransi dan karantina. “Jadi sekali lagi, ini baru rencana dari Pak Menteri, baiknya kita jangan bereaksi berlebihan. Semoga saja hal ini benar-benar bisa beliau wujudkan,” sambugnya.

Adanya travel bubble antara Singapura dengan Batam-Bintan sebagai peluang untuk masuknya kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman), tetapi instrument travel bubble ini harus diikuti dengan aturan-aturan kebijakan lainnya. Misalnya kemudahan visa bagi travelers, asuransi, jalur aman bagi wisatawan selama berwisata. Hal ini tentu menjadi focus untuk pemulihan pariwisata nasional. “Intinya, kami tetap berpikir positif akan dampak penambahan kapasitas flight ini pada jumlah kunjungan wisman. Tetapi, sekali lagi dengan aturan-aturan yang lebih berpihak pada kemudahan perlintasan orang masuk dan cellar,” pungkasnya. (BTN/bud).

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us