Bulan Bahasa Bali di Nang Oman Werdi Lestari, Ketat Prokes Kaya Acara

Bulan Bahasa Bali di Nang Oman Werdi Lestari, Ketat Prokes Kaya Acara

Perayaan Bulan Bahasa Bali yang berlangsung di Pasraman Sahabat Serasa, Tegal Budaya Nang Oman, Desa Adat Serason, Desa Pitra, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan sangat menarik. Seluruh rangkaian acara dilaksanakan dengan penerapakan Protokol Kesehatan (Prokes), seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Menariknya lagi, acara yang berlangsung pada, Jumat (19/2) pukul 10.30 Wita – 12.00 Wita itu diisi dengan berbagai kegiatan seni, sastra, dan aksara Bali.

Suasana perayaan cukup adem dan sederhana. Di samping areal pasraman kaya dengan tumbuhan lokal bertuah, segala alat dan prasarana lebih banyak berbahan ramah lingkungan. Minuman dan menu yang disajikan lebih banyak dari alam yang ada di areal pasraman itu. Atraksi seni sastra yang ditampilkan sangat beragam dengan melibatkan peserta dari anak-anak, remaja hingga dewasa yang merupakan binaan pasraman di bawah Yayasan Nang Oman Werdi Lestari.

Acara performance Art dari Nang Oman & Team mengawali pentas senikreatif itu. Selanjutnya, ada Darmatula (Dialog) yang menghadirkan narasumber dari Dewan Kota Pusaka Denpasar yaitu DR Drs Dewa Windu Sancaya, M.Hum. dan Cok Putra Wisnu Wardana serta moderator yang ahli dalam bidang Pasang Aksara Bali-Nyastra-Gegitan. Anak-anak yang memiliki kemampuan metembang jga diberikan kesempatan. Peserta darmatula sangat terkesima ketika narasumber membedah alam dan tanaman adalah Bahasa, Sastra, Aksara yang kemudian diakhiri dengan diskusi.

Acara itu juga dimeriahkan anak-anak Sanggar Buratwangi, Banjar Ole yang memainkan gender wayang. Setelah diskusi, perayaan Bulan bahasa Bali dengan tema “Sabdaning Taru Mahottama” itu para peserta kemudian disajikan hidangan special di Tegal Budaya yang dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan foto bersama.

Pemilik Yayasan Nang Oman Werdi Lestari yang juga Ketua Pasraman Sahabat Serasa, Ir, Nyoman Mastra mengatakan, perayaan Bulan Bahasa Bali sebagai ajang untuk mengajak generasi muda untuk mengenal dan melestarikan sastra dan aksara Bali melalui tananam. Karena itu generasi muda mestinya serius mencintai tanaman. Caranya dengan menanam berbagai tanaman yang memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan kosong. “Manusia berguru pada tanaman, karena tanaman itu sesungguhnya aksara, bahasa dan sastra,” ucapnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us