Bupati Giri Prasta Nuwek Bagia Pulakerti

Bupati Giri Prasta Nuwek Bagia Pulakerti

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta beserta Istri Ny. Seniasih Giri Prasta menghadiri upacara mesineb serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mepedudusan Agung, Mapaselang, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini, medasar Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Desa Pelaga bertepatan dengan tilem sasih kalima, Kamis (4/11). Upacara mesineb dipuput Yajamana Karya Ida Pedanda Gde Intaran Keramas Geria Mas Intaran Sandan Dauh Yeh, Tabanan. Bupati Giri Praswta berkesempatan mengikuti upacara nuwek bagia pulakerti dan penyegjeg bersama Yajamana Karya, Ida Pedanda Gde Giri Anom Arimbawa Simpangan Gria Pelaga dan Mangku Gede Pura Penataran Pucak Mangu.

Selaku pengrajeg karya, Bupati Giri Prasta menyampaikan rasa bangga dan matur suksma, kepada Ida Sulinggih, para pemangku, utamanya krama desa adat Pelaga, karena telah bersatu, bergotong-royong sehingga mampu melaksanakan karya ngusaba desa lan ngusaba nini. “Kami merasa bangga, didasari atas manah suci ning nirmala, keikhlasan krama ngaturang ayah. Terlebih mebusana putih kuning, mencerminkan semeton bersatu, sumuyub, sagilik, saguluk, salunglung, sabayantaka. Ini menjadi sebuah sejarah yang dibuat oleh krama di Pelaga, dapat dikatakan dari tidak ada menjadi ada. Sejarah ini nantinya dapat kembali dilaksanakan oleh anak cucu kita kelak, sepatutnyane karya seperti ini dilaksanakan setiap 30 tahun sekali,” jelasnya.

Prawartaka Karya, Ida Bagus Munika mengatakan, hampir 70 tahun belum pernah menggelar karya seperti ini, sehingga para tokoh, prajuru/kelian banjar dan krama banjar Pelaga yang diprakarsai Bupati Badung menggelar rapat pada tahun 2019 dan tercetuslah karya ngusaba desa lan ngusaba nini. “Dalam perjalanan, ternyata semua pura kahyangan tiga dan pura prasanak belum melaksanakan upacara ngenteg linggih. Untuk itu krama segera melaksanakan di masing-masing pura. Mulai ngenteg linggih di pura bukit rinjani dan pura puseh, dilanjutkan di pura dalem, prajepati, pura melanting, pura bukit peninjoan, setelah itu baru karya ngusaba di pura desa,” terangnya.

Dudonan karya telah mulai sejak April 2021 dan puncak karya telah dilaksanakan pada 26 Oktober lalu. Sementara pada upacara nyineb, dilaksanakan nuwek bagia, pengeluwuran dan ida bhatara melinggih ring payogan. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us