Bupati Giri Prasta Terima Sabuk Hitam Kehormatan KKI

Bupati Giri Prasta Terima Sabuk Hitam Kehormatan KKI

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Ketua DPRD Putu Parwata menghadiri kegiatan Gashuku dan Ujian “DAN” Zona III wilayah (Bali, NTB, NTT, Papua), Kushin Ryu M. Karate – Do Indonesia (KKI) yang dibuka Ketua Umum Pengprov. KKI Bali A.A. Ngurah Mahendra di Lapangan GOR Dalung, Kuta Utara, Sabtu (12/6).

Bupati Giri Prasta menerima sabuk hitam kehormatan KKI yang disematkan oleh Ketua Dewan Guru KKI, Sensei Imam Bohari, bersama Wakil Ketua KKI Pusat, Ardy Ganggas. Usai menerima sabuk hitam, Bupati juga sedikit memperagakan teknik dasar karate sekaligus mendukung kegiatan dengan menyerahkan bantuan dana pribadi sebesar Rp. 25 juta.

Giri Prasta menyampaikan, dalam dunia karate, gashuku serta ujian kenaikan DAN ini dimaknai sebagai latihan bersama untuk memperbaiki dan menyamakan gerakan serta memperagakan teknik yang sudah diajarkan bagi seluruh karateka. “Kami harapkan peserta dapat mengembangkan sifat kejujuran, keberanian dan sopan santun, sehingga akan lahir para karateka yang positif dan memiliki semangat tinggi. Untuk itu kami menyambut baik kegiatan ini sebagai media pembentuk SDM yang sehat jasmani dan rohani serta berkarakter dan berkepribadian luhur,” jelasnya.

Bupati Giri Prasta melihat kegiatan ini sebagai ajang untuk memacu prestasi generasi penerus bangsa. Namun, memahami membina atlet tidaklah mudah, karena memerlukan tingkat kesabaran dan pemahaman karakteristik masing-masing karateka. Perlu juga dipahami oleh para karateka agar menjadikan kegiatan gashuku ini sebagai momentum untuk membangkitkan jiwa nasionalisme dan semangat generasi muda dari keterpurukan, yang ditandai dengan semakin meluasnya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang yang belakangan ini peredarannya sudah merambah para pelajar.

Tantangan kedepan adalah bagaimana mewujudkan karateka yang handal dan mampu berprestasi tinggi. “Tentu harapan ini akan terwujud apabila pengurus, pembina dan pelatih dapat mencurahkan perhatian yang maksimal. Disisi lain kepada karateka hendaknya berlatih secara disiplin, kerja keras dan jangan cepat berpuas diri,” pintanya.

Wakil Ketua KKI Pusat, Ardy Ganggas menyampaikan, terima kasih atas terselenggaranya kegiatan Gashuku dan Ujian “DAN” Zona III di Provinsi Bali. Atas nama Ketua Umum KKI Pusat, pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan serta rasa bangga, karena ditengah-tengah kesibukan menangani pandemi Covid-19, Bupati Badung dan Ketua DPRD Badung berkesempatan hadir pada acara ini. “Yang kami hormati Sensei Nyoman Giri Prasta sudah menjadi bagian dari Keluarga Besar KKI Bali. Berarti menjadi tanggung jawab KKI Bali, bahwa kita mendorong pak Giri Prasta untuk pengembangan KKI di Bali,” jelasnya.

Pihaknya juga mengapresiasi, bahwa di tengah wabah pandemi Covid-19 seluruh peserta tetap bersemangat dan sudah mengikuti tes antigen dengan hasil negatif Covid-19. Selain itu apresiasi juga diberikan kepada seluruh jajaran yang sudah mensuport jalannya kegiatan ini.

Ketua Umum Pengprov. KKI Bali A.A Ngurah Mahendra, mengatakan, secara formal organisasi KKI berdiri pada tanggal 11 April 1967 dan terus tumbuh menjadi organisasi karate yang disegani. Sepanjang sejarah karate di Indonesia, aliran KKI selalu diperhitungkan. Atlet-atlet KKI selalu berjaya baik di kancah nasional maupun internasional. “Menjadi kebanggaan kami karena anggota KKI di bali sudah mencapai 5000 orang,” tambahnya.

Sebagai ilmu bela diri, karate tidak hanya mengajarkan bagaimana kita bertahan atau menjatuhkan lawan, tapi ada pelajaran yang lebih penting yakni tentang falsafah hidup dan sikap mental yang mengajarkan para karateka untuk tetap loyal, disiplin dan menjunjung tinggi perilaku baik di masyarakat.

Ketua Panitia, Gashuku dan Ujian DAN Zona III-Provinsi Bali tahun 2021, Nararya Narottama melaporkan, kegiatan ini bertujuan menyeragamkan, meningkatkan kualitas dan mengevaluasi teknik bela diri KKI mulai dari Kyu 1 sampai ke tingkat DAN II dan meningkatkan tali silaturahmi keluarga besar KKI se-Bali, Nusra hingga Papua.

Kegiatan mengangkat tema “Mencari Inti Sabuk Hitam” yang bermakna terus belajar, sabuk hitam bukanlah tujuan akhir, namun sebuah proses pematangan fisik, mental dan moral secara berkelanjutan, termasuk menunjang eksistensi dan prestasi KKI baik tingkat lokal, Indonesia maupun tingkat Internasional. Ditambahkan, kegiatan akan berlangsung selama dua hari di GOR Dalung, dengan peserta Kyu 1 ke DAN 1 sebanyak 78 orang, DAN 1 ke DAN 2 sebanyak 22 orang, sehingga total peserta 100 orang. Peserta berasal dari Bali, NTB, NTT dan Kepulauan Riau. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us