Dengan Prokes Ketat, Bali yang Redup akan Kembali Bercahaya

Dengan Prokes Ketat, Bali yang Redup akan Kembali Bercahaya

Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung dua tahun benar-benar merubah wajah pariwisata Bali khususnya. Bahkan, dampak tersebut telah memukul hampir sebagian besar sektor ekonomi yang berada di Bali, begitu juga tatanan kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat. Pandemi ini memang dirasakan di seluruh penjuru dunia, tidak hanya kesehatan, tapi juga tekanan ekonomi yang berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara. “Berbeda dengan Bali, pariwisata merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat baik dari kelas bawah hingga atas, sehingga tekanan yang luar biasa ini mengakibatkan kontraksi ekonomi Bali menurun sebesar 9,31% di tahun 2020,” kata Chairman Ubud Hotel Association (UHA), Gede Paskara Karilo, Selasa (22/11).

Kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya, memaksa masyarakat untuk bertahan hidup dengan menjual asset yang mereka miliki, kehilangan pekerjaan dan kecilnya peluang berusaha. “Lebih dari sebulan gaung “Bali Open Border” telah dikumandangkan, namun hingga hari ini belum ada satupun pesawat internasional yang berhasil mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai. Mempertimbangkan berbagai regulasi yang ditetapkan pemerintah, rasanya sangat mustahil untuk dapat mendatangkan wisatawan mancanegara dalam waktu dekat ini. Sementara negara tetangga sudah mulai kebanjiran wisatawan dengan regulasi yang mendukung iklim pariwisata,” bebernya.

Untuk itu, pada tanggal 19 November 2021 UHA bersama dengan 34 stakeholder pariwisata dan lintas asosiasi Bali lainnya menandatangani petisi Bali Bicara: Surat Terbuka Kepada Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo. Kesuksesan berbagai daya dan upaya yang telah dilakukan untuk penanggulangan pandemic di Bali yang telah dilakukan pemerintah tidak terlepas dari dukungan penuh seluruh stakeholder pariwisata selama ini. Mulai dari sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE), disiplin menjaga prokes, vaksina, sihingga sosialisasi aplikasi PeduliLindungi.

Untuk itu, lanjut Karilo dirasa perlu pemerintah pusat mendengarkan dan mempertimbangkan saran serta masukan dari para stakeholder dan masyarakat Bali sehingga pertumbuhan ekonomi dapat segera membaik. “Kami berharap regulasi dan keputusan pemerintah akan bisa dilaksanakan sebelum akhir tahun 2021. Semua masukan yang diberikan kepada pemerintah pusat agar benar-benar dapat dipertimbangkan untuk dapat mempermudah kedatangan wisatawan mancanegara, sehingga booking window tahun 2022 bisa kita dapatkan untuk Summer Holiday,” paparnya.

Pihaknya berharap seluruh elemen pariwisata khususnya yang berada di Ubud dan sekitarnya serta Bali pada umumnya untuk memulai perlahan aktivitas usahanya, sehingga Bali kembali bercahaya dimana sudah hampir dua tahun redup demi bertahan untuk hidup. “Semoga Pemerintah tidak lagi mengeluarkan aturan-aturan yang sifatnya mendadak yg bisa merugikan masyarakat baik yang ingin berlibur maupun penyedia fasilitas pariwisata,” imbuh GedeKarilo..

Petisiini juga disebarkan diseluruh anggota UHA beserta seluruh staff di property masing-masing. “Kami berharap petisi ini dapat menembus 7.500 tandatangan agar semakin besar kemungkinan untuk mendapat direspon dari pembuatan keputusan” tutupnya penuh harapan. (BTN/bud).

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us