Desa Adat Kutuh Kembangkan Potensi Wisata

Desa Adat Kutuh Kembangkan Potensi Wisata

Meski telah mengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Pantai Pandawa, namun Desa Adat Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung sedang gencar-gencarnya menggali potensi agar menjadi lebih menarik. Dalam pengembangan potensi wisata, Desa Adat Kutuh mengajak Fakultas Pariwisata Universitas Udayana (Unud). “Dalam mengembangkan potrensi Desa Adat Kutuh, kami sedang penjajakan kerja sama dengan Unud,” kata Tokoh Desa Adat Kutuh I Wayan Duartha saat pertemuan dengan Dekan Fakultas Pariwisata, Dr. Drs. I Nyoman Sunarta, M.Si di Ruang Rapat BM 1 Kampus Denpasar, belum lama ini.

Duartha yang saat itu ditemani Ni Luh Hepi Wiradani, dan I Ketut Sulantra diterima oleh Dekan, dan Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Dr. I Nyoman Sudiarta, SE., M.Par, serta Bagian Kerja Sama Fakultas Pariwisata, Ni Made Sofia Wijaya, SST. Par., Ph.D, dan Putri Kusuma Sanjiwani, SH., MH. Kerja sama dengan Fakultas Pariwisata yang dimaksud, tentu saja tidak hanya sekedar penerapan Tri Dharma, tetapi juga ingin melakukan hal-hal yang bisa kita kerjasamakan, seperti melakukan seminar nasional yang digelar di Pandawa.

Aspek kerja sama ini, nantinya tidak hanya terbatas pada tahap perencanaan saja, tetapi juga arahan bagaimana cara mengembangkan Pantai Pandawa. Bukan hanya dari segi perencanaanya saja, namun terpenting dari segi pengelolaannya dan kaitannya juga dengan desa adat. “Hal itulah sebetulnya yang menjadi inti dari pembicaraan tadi dengan Fakultas Pariwisata dalam upaya membantu pengembangakn potensi di desa kami,” ujarnya.

Sudiarta kemudian berharap kerja sama ini bisa terus ditingkatkan dan bisa memberikan manfaat bagi civitas akademika Fakultas Pariwisata. Hal itu, tidak hanya dosen, tetapi juga mahasiswa, dengan belajar dari Desa Adat Kutuh yang dinilai berhasil mengembangkan potensi wisatanya. “Saya harapkan juga nanti mahasiswa mendapatkan added value (nilai tambah) dari kerja sama ini, karena kalau kita ke Desa Kutuh dengan daya tarik Pantai Pandawa banyak yang kita bisa pelajari di situ. Sebuah resort, sebuah daya tarik, sebuah objek itu bisa dikelola dengan baik oleh desa adat yang ada di situ,” ungkap Sunarta. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us