Desa Adat Yehtengah Kini Punya Truk Sampah

Desa Adat Yehtengah Kini Punya Truk Sampah

Bupati Gianyar I Made Mahayastra launching truk Baga Usaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) Desa Adat Yehtengah, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Gianyar, di Pura Dalem Desa Adat Yeh Tengah, Kamis (24/6). Launching ditandai dengan pemotongan pita yang dibentangkan di depan truk. Hadir pula Anggota DPRD dari Fraksi PDIP Dapil Payangan-Tegallalang, I Nyoman Kadel, Kadis Perijinan Dewa Alit Mudiarta, Kepala BPKAD, Ngakan Jati Ambarsika, Plt. Camat Payangan I Made Mudarta, Pj Perbekel Kelusa I Kadek Arnata.

Sebelum melakukan launching truk BUPDA, Bupati Mahayastra melakukan sembahyang bersama dan menyaksikan penyerahan Pararem Kelayusekaran dari Ketua Sabha Desa I Made Sudarma kepada Bendesa Adat Yehtengah I Made Sukadana. Selama ini pihaknya telah melaunching bantuan truk kepada desa, banjar dan desa adat sebanyak 33 truk. Hanya saja belum ada truk yang dibeli secara swadaya. “Truk BUPDA Desa Adat Yehtengah ini truk pertama yang dilaunching dibeli secara swadaya,” cetusnya.

Kalau dulu ada teba (areal di luar pekarangan) untuk tempat membuang sampah. Bahkan di teba siapa pun bebas membuang sampah. Tapi kini, tidak bisa seperti itu, karena jika ada yang keberatan, akan jadi permasalahan. Karena itu, kini sudah saatnya mulai peduli terhadap mengelola sampah sendiri, hal ini sesuai selogan Pemprov Bali “ Desa Bersih Tanpa Mengotori Desa Lain,” yang telah dilaunching di Desa Taro beberapa waktu lalu.

Terkait pengelolaan sampah di Desa Adat Yehtengah, Bupati Mahayastra berjanji akan membantu TPS3R tahun 2022, dan jika truk yang dibeli sekarang sudah rusak, pihaknya siap membantu. “Namanya truk bekas, suatu saat akan terjadi kerusakan. Nanti kalau truk rusak akan saya bantu,” ujarnya.

Bendesa Adat Yehtengah I Made Sukadana mengucapkan terima kasih kepada Bupati Gianyar yang telah hadir untuk melaunching truk BUPDA Desa Adat Yehtengah. Truk BUPDA diharapkan menjadi cikal bakal perkembangan BUPDA di Desa Adat Yehtengah, untuk selanjutnya berkembang usaha desa adat lainnya. Truk sampah BUPDA dibeli dengan urunan dari krama desa yang jumlahnya 309 KK dengan mencicil Rp 20 ribu tiap bulan. “Cicilan untuk beli truk dan sekaligus untuk biaya operasional sehari-hari,” jelasnya.

Truk ini nanti akan digunakan untuk mengangkut sampah plastik ke TPA. Nanti akan diupayakan pengolahan sampah di desa adat, dengan TPS3R. Pihaknya nanti juga akan melakukan kerja sama dengan adat tetangga untuk pelayanan mengangkut sampah. Dengan adanya pengangkutan sampah ini krama desa memiliki kesadaran terhadap sampah. Sampah dipilah, yang masih bisa digunakan digunakan lagi, yang bisa diolah dilakukan pengolahan. “Saya harapkan, yang diakut ke TPA hanya residu saja,” harapnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us