Desa Wisata Ekasari, Kaya Atraksi Wisata Budaya

Desa Wisata Ekasari, Kaya Atraksi Wisata Budaya

Kalau belum memiliki tempat berwisata yang nyaman, agendakanlah jalan-jalan ke Desa Wisata Ekasari. Desa ini terletak di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana merupakan desa wisata yang damai, kaya atraksi wisata. Desa ini merupakan dataran subur yang kaya dengan seni budaya. Maka sangat pantas, Desa Ekasari masuk 100 besar dari 1831 Desa se-Indonesia pada Anugrah Desa Wisata Indonesia, beberapa waktu lalu. Lokasi desa ini sangat strategis, yakni sekitar 7 Km dari Kota Kecamatan Melaya, sekitar 23 Km dari Kota Jembrana dan sekitar 117 Km dari Ibu Kota Provinsi Bali.

Desa Ekasari dengan luas 1.520,44 Ha dan dengan jumlah penduduk sebanyak 5163 jiwa.
Desa ekasari terdiri dari 10 Banjar meliputi Banjar Palerejo, Palasari, Wargasari, Parwatasari, Wanasari, Sadnyasari, Anggasari, Adnyasari, Karangsari, dan Banjar Palalinggah. Di sebelah utara merupakan hutan Negara, di selatan Desa Nusasari, disebelah timur Desa Warnasari dan Desa Tukadaya, serta di sebelah barat Desa Blimbingsari dan Desa Melaya. “Potensi alam yang masih alami dan beranekaragam budaya lokal membuat Desa Ekasari banyak dikunjungi wisatawan lokal dan nasional,” kata Ketua Pokdarwis Ekasari, I Komang Anom Suastika Tribayu SST, Par, Jujmat (3/12).

Potensi wisata yang ada meliputi wisata alam yaitu Bendungan Palasari dengan panorama alam, tempat untuk santai dikala weekend dan tempat menikmati mancing dan tour keliling menikmati panorama sekeliling Bendungan. Wisata Relegi Goa Maria dan Gereja Tua Katolik Palasari merupakan peninggalan seni dan budaya, arsitektur gereja yang berdesain Bali dan masyarakat yang beribadat menggunakan pakaian adat Bali. Agrowisata Kakao yang bekerjasama dengan kelompok-kelompok tani coklat yang ada. Sementara selfie spot di Kampung Palerejo yang sangat adam dan menawarkan berbagai keindahan sebagai latar foto atau berselfie.

Desa ini juga melestarikan Seni Ukir yang ada di Banjar Sadnyasari yang membuat ukiran di sanggah ataupun pesanan untuk rumah. Upacara ritual umat Hindhu dalam bentuk piodalan, upacara ritual umat Kristen Katolik dalam bentuk liturgy dan devosi yang bisa di lihat oleh wisatawan. Ada pula perikanan yang memanfaatkan air hutan lewat pemipaan dengan membuat kolam-kolam ikan air tawar seperti lele, gurami yang siap mendukung dan menyuplai warung-warung yang ada di Desa Ekasari. Kondisi Alam yang masih alami dan beraneka ragam budaya yang terdapat di desa ekasari menjadi daya Tarik tersendiri buat wisatawan.

Sebagai tujuan wisata, Desa Ekasari didukung dengan fasilitas wisata, seperti Home stay, hotel dan penginapan. Para pengunjung bisa mengunakan angkutan pribadi roda 4 maupun roda 2 dengan gampang, karena jalan-jalan di desa Ekasari sebagian besar sudah di aspal dan di beton sehingga memudahkan mereka untuk melakukan aktifitas wisata di Desa Ekasari. Fasilitas umum lainnya, ada 2 buah alun-alun olahraga di Banjar Adnyasari dan Palasari, 10 balai banjar dengan fasilitas toilet bersih, 1 wantilan dan 1 balai pemaksan yang siap digunakan untuk acara-acar pentas seni dalam skala yang lebih besar.

Lahan parkir juga cukup luas memudahkan bus-bud besar masuk ke Desa Wisata Ekasari. Bagi wisatawan yang beragama Katolik tersedia Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Palasari dengan jadwal upacara liturgy, devosi yang sudah pasti. Hal ini menarik bagi wisatawan untuk mengikuti dalam warna budaya khas Bali, yang dapat mereka abadikan sebagai suatu kenangan. Ada pura kayangan tiga di desa ekasari menjadi daya tarik pengunjung yang ingin mengetahui agama Hindhu di Desa Ekasari.

Lingkungannya bersih, aman, lestari dan indah sebagai bagian Sapta Pesona. Hal ini sudah diupayakan dan telah didukung oleh pertamanan telajakan, pekarangan dan tempat umum, yang diusahakan terus penyempurnaannya. Atraksi seni budaya menarik lagi, yaitu adanya tarian sakral berupa Sanghyang Jjaran yang sering dipentaskan pada saat upacara tertentu dan seni Karawitan Kendang Mebarung yang sanghat menarik dilakukan oleh seniman-seniman desa setempat. Di masa pandemic ini, Desa Wisata Ekasari telah menerapkan protocol kesehatan, bahkan sudah menyediakan barcode PeduliLindungi.

Pengembangan Desa Widsata Ekasari ini, diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat sebagai pendukung desa wisata. “Kami berhartap, dengan adanya desa wisata ini dapat meningkatkan kesejahteraan social ekonomi masyarakat, meningkatkan kwalitas lingkungan Desa Ekasari yang Ekasari (Ekacita, Kertaraharja, Aman, Serasi, Asri, Rapi dan Indah), melestarikan dan menjungjung tinggi nilai-nilai budaya yang luhur, dan menjaga kondisi kamtibmas yang kondusif,” papar pria enerjik ini. (BTN/bud).

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us