Desember 2021, Desa Pramana Swan Keramas Closed di Angka 65, 92%

Desember 2021, Desa Pramana Swan Keramas Closed di Angka 65, 92%

Harapan meraih kunjungan wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) bagi pengelola hotel di Bali berbuah manis. Meski jumlahnya tidak segemilang sebelum pandemic, namun kehadiran wisatawan itu dapat menambah panjang nafas operasional akomodasi yang hampir dua tahun tertatih-tatih. “Kami sangat bersyukur, di masa pandemic dan di tengah ketatnya aturan dari pemerintah, Desa Pramana Swan masih dipilih wisatawan untuk menikmati libur Nataru,” kata Resort Manager, Nyoman Redana, Senin (3/1).

Redana mengaku, untuk December secara keseluruhan Desa Pramana Swan closed ditingkat hunian 65.92%. Menariknya, pada hari-hari tertentu bahkan hampir full. Sebut saja di tanggal 18, 21,24, 25 dan 31 Desember 2021dengan rata-rata harga kamar di 650K. Wisatawan yang tinggal didominasi wisatawan domestic dan masyarakat local yang ingin menikmati suasana yang beda dari hari-hari sebelumnya. “Ada yang hanya tinggal sehari, dua hari hingga tiga hari. Mereka betul-betul menikmati liburan di villa dan juga menikmati menu dengan panorama Pantai Keramas,” ujarnya.

Dalam menerima tamu itu, Redana mengaku tetap mengikuti aturan yang dikeluarkan Pemerintrah Provinsi Bali yang melarang adanya penyelenggaraan pesta perayaan tahun baru di dalam atau luar ruangan. Selain itu, juga tidak menggunakan petasan, kembang api, dan sejenisnya saat malam pergantian tahun. “Kami taat pada aturan pemerintah, dan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat menerima tamu. Tamu hanya makan, sambil menikmati suasana villa dan pantai,” imbuhnya.

Kalau untuk penerepan prokes, jauh sebelum rencana pariwisata internasional dibuka, Desa Pramana Swan sudah melakukan persiapan mengikuti arahan baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Mulai dari menajalani tatanan kehidupan era baru, penerapan prokes) sesuai yang ditetapkan pemerintah. “Kami di Desa Pramana Swan sudah mempersiapkan sejak tahun lalu, ketika rencana pemerintah membuka pariwisata dan persiapan kawasan zona hijau untuk para wisatawan,” paparnya.

Sertifikasi tatanan kehidupan normal diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar dan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, dan Environment (CHSE) diinisiasi oleh kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif semuanya dilalui dengan proses yang begitu panjang, sehingga tersertifikasi dengan hasil yang sempurna. “Paling penting adalah menyiapkan fasilitas prokes yang berjalan dengan baik, serta menumbuhkan kesadaran para tamu dan juga staff untuk disiplin prokes demi untuk keamanan dan kenyamanan,” paparnya.

Di masa pandemic ini, berbagai usaha telah dilakukan untuk menarik minat tamu agar mau tinggal di villa. Beberapa cara yang ditawarkan, seperti staycation, day use package, birthday packages dan family gathering package. Desa Pramana Swan Keramas sendiri memiliki 25 unit private villa dengan total jumlah kamar 75 kamar. Setiap unit villa, mulai dari one bedroom villa sampai four bedroom villa dilengkapi dengan private pool, garden yang luas, living room dan kitchenette dengan penerapan prokes yang sangat ketat. Semua tamu yang menginap di villa ini merasa nyaman dan aman. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us