Destinasi Wisata Air Sanih Belum Dibuka. Ini Alasannya

Destinasi Wisata Air Sanih Belum Dibuka. Ini Alasannya

Air Sanih, kolam renang di tepi Pantai Lovina, Kabupaten Buleleng belum beroperasi karena masih dalam masa Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Walau sudah ada kebijakan dari Pemerintah Provinsi Bali untuk melakukan buka uji coba untuk kapasitas 50 persen, namun belum dilakukan karena belum adanya petunjuk dari Pemerintah daerah Buleleng. “Kami tutup sejak di berlakukannya PPKM Darurat Jawa-Bali, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19,” kata Manager Ketut Sumanasa, Jumat (1/10).

Kolam renang alam ini terletak di Jalan Raya Singaraja – Amlapura dengan lokasi di Pantai Utara Bali. Keberadaannya masih berdekatan dengan Pura Ponjok Batu. Kalau dari Kota Singaraja jaraknya sekitar 17 Km dan dari Kota Denpasar sekitar 100 Km. Sebagian besar wisatawan domestik ataun asing saat liburan di Bali memilih objek wisata ini untuk bersantai. Air dari kolam renang itu sungguh alami karena berasal dari mata air alami dari aliran air sungai bawah tanah. “Karena PPKM ini kami terpaksa memulangkan beberapa karyawan, mengingat kami tidak ada pendapatan. Untuk biaya perawatan saja kami sangat kewalahan,” akunya polos.

Sumber mata air dari tempat permandian Air Sanihi berada di bagian pojok tenggara dari kolam tersebut. Airnya sangat sejuk, walaupun di siang hari, tanpa kaporit dengan view pemandangan laut. Kalau mandi disini, pasti terbayang dengan segarnya berenang di kolam dari sumber mata air alami, tanpa adanya kandungan klorin atau kaporit dalam air. Nah, selama tutup ini, pengelola merawat areal kolam mesti agar keasriannya tetap terjaga. “Kami menggunakan tenaga panggilan harian untuk perawatan seluruh fasilitas yang ada. Dari keseluruhan karyawan yang berjumlah 14 orang, kami masih mempekerjakan 2 orang, yaitu scurity dan tukang sapu,” bebernya.

Dulu, sebelum pandemi, DTW yang berhadapan dengan Pantai Lovina ini hampir setiap hari ramai dikunjungi terutama dari masyarakat lokal. Selain karena airnya memeng menyegarkan, lokasi dari Kolam Air Sanih berdekatan dengan pantai yang terkenal dengan keindaha itu. Apalagi pada saat hari libur, kolam Air Sanih past ramai dengan kunjungan wisatawan. Jumnlah kunjungan sebelum pandemi per hari rata-rata 300 sampai 500 orang. Itu di luar hari raya. Jika pada hari raya, ramainya pasti beda lagi. “Setelah pandemi, kami sempat tutup 3 bulan. Lalu buka kembali dengan menerapan tatanan kehidupan era baru. Kemudian tutup lagi setelah ada kebijakan penerapan PPKM. Semenjak pandemi kunjungan 0,” ucap Sumanasa kalem.

Pada saat menjalani tatanan kehidupan era baru, pengelola Air Saneh telah menyiapkan faslitas Protokol Kesehatan (Prokes) sebagai syarat menerima kunjungan. Tempat mencuci tangan disiapkan di areak kolam guna memberikan rasa aman terhadap pengunjung. Pada tempat-tempat tertentu juga disiapkan hand sanitizer, dan menyiapkan petugas khusus untuk mengawasi pengunjung yang tidak menerakan prokes, seperti tidak memakai masker atau memakai masker dengan tidak benar. Untuk memberikan rasa nyaman, pengelola menyiapkan petugas khusus untuk melakukan chek suhu pengunjung dengan termogan. “Sekarang ini, kami hanya merawat semua faslitas prokes yang ada, sehingga setelah buka nanti semuanya berfungsi dengan baik,” tutup Sumanasa seraya berharap suasana kenmbali normal, dan DTW Air sanih bisa dibuka kembali. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us