Di Buleleng, 60% Lebih Kasus Covid-19 Terjadi di Kota

Di Buleleng, 60% Lebih Kasus Covid-19 Terjadi di Kota

Bupati Buleleng, Bali Putu Agus Suradnyana memantau jalannya vaksinasi di wilayah Kecamatan Buleleng. “Kami ingin memastikan tidak ada warga yang tercecer. Khususnya pada skala prioritas yakni dengan umur 40 tahun keatas,” katanya saat memantau jalannya vaksinasi di Lingkungan Buitan, Kelurahan Banjar Bali, Kecamatan Buleleng, Rabu (5/5).

Kependudukan sangat penting ketika melakukan pendataan, sehingga proses vaksinasi bisa dilakukan secara merata. Seperti vaksinasi yang dilakukan di Kelurahan Beratan. Penduduk yang terdaftar dari 260 orang itu hanya 43 orang yang divaksin. Selebihnya tinggal di Denpasar, sehingga pendataan harus dilakukan dengan baik. “Jangan sampai di Denpasar mereka tinggal, disana tidak dapat vaksin di Buleleng juga tidak dapat vaksin. Ini kan berbahaya. Kita akan tetap evaluasi langkah-langkah yang jelas,” jelasnya.

Maksud dan tujuan vaksinasi terhadap warga yang berumur 40 tahun ke atas, karena pada usia tersebut cukup rentan terpapar virus. Kalau yang berumur 20 hingga 40 tahun dikatakan memiliki imun tubuh yang lebih bagus. Selain itu, zona merah di Buleleng disebabkan oleh mortalitas yang paling besar lebih banyak terjadi pada usia lanjut. “Ini yang kita sasar lebih dulu dengan vaksin Astrazeneca. Vaksin sinovac juga sudah datang sekitar 23 ribu untuk tahap keduanya. Tidak ada persoalan,” kucapnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ni Made Rousmini mengungkapkan jatah vaksin sebanyak 50.000 untuk Buleleng itu akan digunakan memvaksin penduduk usia 40 tahun ke atas. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat juga menunjukkan diatas 50 persen angka kematian merupakan kaum Lanjut Usia (Lnsia). Vaksinasi diawali dari Kecamatan Buleleng karena di Kecamatan Buleleng penduduknya paling padat dan angka penularannya paling banyak.

Kasus yang mendominasi di Kabupaten Buleleng ada di seputaran Kecamatan Buleleng. ”Kira-kira diatas 60% itu kejadiannya di kota. Oleh karena itu pak Bupati memilih kewilayahan dulu yang kita tuntaskan, jadi di Kecamatan Buleleng,” ungkapnya.Skemanya sudah dibuatkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. Nanti semua vaksinator yang ada, akan ditarik untuk tugas di Kecamatan Buleleng. Setiap desa satu titik. Bantuan tenaga medik dari Polri, TNI, Undiksha, Puskesmas, RSUD maupun RS Swasta, yang sudah pernah pelatihan vaksinator diharapkan bisa membantu. “Nanti setelah itu dalam 1 minggu kita lihat lagi, sisanya akan disasar kepada usia 40 tahun kebawah. Sehingga semua penduduk di Kecamatan Buleleng ini tervaksinasi. Pola tuntas kewilayahan bahasanya sekarang,” tutup Rousmini. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us