Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gianyar mengikuti pelatihan desain kemasan produk dan tata cara pengurusan izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Gedung Pusdiklat BPR Kanti, Kamis (25/2). Pelatihan ini diberikan oleh Bank Perkreditan Rakyat Kanti (BPR Kanti) yang menggandeng Dekranasda Kabupaten Gianyar dan BPOM.
Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba mengungkapkan, pihaknya ingin berbagi di bulan kasih sayang ini. Terlebih lagi dengan situasi pandemi yang menghancurkan tatanan perekonomian yang telah terbangun sejak puluhan tahun. “Masa pandemi Covid-19 menghancurkan tatanan perekonomian yang telah terbangun dan tertata dengan baik puluhan bahkan ratusan tahun. Mengubah paradigma berpikir dan bermunculanlah ekosistem perekonomian yang baru,” ungkap Amitaba.
Pihaknya ingin membangkitkan kembali kejayaan sektor UMKM dengan memberikan pelatihan pengemasan serta pengurusan izin edar. “Kami ingin memotivasi agar UMKM bangkit, maju dan berjaya. Tentu dengan memperbaiki cara pengemasannya serta pengurusan izin edar. Terlebih lagi di era digital, Amitaba mengharapkan produk UMKM dapat meningkatkan daya saing terutama dengan memanfaatkan media digital,” ujarnya.
Mengenai jumlah peserta, masih menerima pendaftaran peserta pelatihan. “Untuk peserta yang daftar 100 orang lebih. Namun yang ikut kali ini hanya 50 orang dulu untuk penerapan Protokol Kesehatan (Prokes). Sementara 50 lagi kita laksanakan di sesi kedua minggu depan. Kita masih buka pendaftaran lagi, jadi kita persilahkan dan kita lakukan lagi pelatihan sesi ketiga,” pungkasnya.
Ketua Dekranasda Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, menekankan pentingnya kemasan dalam memasarkan produk disamping kualitas produk. “Selain kualitas produk UMKM, kemasan dari produk itu sangat penting, karena dengan kemasan yang menarik akan mampu menarik minat orang untuk membeli serta mampu meningkatkan harga jual suatu produk,” ujarnya.
Tidak semua pelaku UMKM menyadari bahwa kemasan produk memberikan pengaruh besar terhadap angka penjualan produk. Para pelaku UMKM hanya fokus menciptakan suatu produk namun tidak memperhatikan kemasan produk yang digunakan. “Kemasan berfungsi untuk melindungi produk dari kerusakan selama proses pendistribusian maupun penyimpanan. Serta yang paling penting diketahui oleh pelaku UMKM adalah tata cara pengurusan ijin edar BPOM,” papar Ny. Surya Adnyani Mahayastra. (BTN/bud)
Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *