Di Masa Pandemi, Calon Pekerja Pariwisata Susah Dapat Tempat Training

Di Masa Pandemi, Calon Pekerja Pariwisata Susah Dapat Tempat Training

Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) betul-betul membuat pariwisata Bali tak berkutik. Banyak hotel yang merana, restoran tinggal alat masak, objek wisata yang terlelap hingga pekerja pariwisata yang beralih profesi. Dan yang lebih memprihatinkan dari semua itu, banyak calon pekerja yang belum bisa menuntaskan pendidikan gara-gara belum mendapat tempat training sebagai salah satu pemenuhan nilai raport. Mereka sudah mencoba mendatangi satu persatu hotel yang ada di kawasan wisata, namun hampir semuanya menolak, karena alasan hotel tidak beroperasi atau tidak ada tamu.

I Putu Yoza Putra Pratama, seorang mahasiswa salah satu sekolah pariwisata di Denpasar mengatakan, sejak diumumkan untuk mengikuti pelajaran pratek di industri (training), dirinya sudah mencoba menjajagi hotel-hotel lengkap dengan surat sekolah. Namun, satu hotel pun tidak bisa menerimanya, karena alasan sepi. “Saya sempat putus asa. Ternyata, masih ada hotel yang memberikan kesempatan untuk belajar pariwisata secara pratek. Saya senang sekali, karena sudah dapat mempratekan ilmu yang didapat di sekolahnya,” katanya.

Pria kalem asal Nusa Penida ini mengaku, jadwal training itu diberikan selama enam bulan, mulai tanggal 21 Desember 2020 hingga 21 Juni 2021 harus diisi sebagai syarat kelulusan. “Saya selaku mahasiswa Polteknas Denpasar sangat kesusahan untuk mencari tempat training. Hotel tidak ada yang mau menerima anak trarinng karena situasi tidak ada kunjungan. Banyak hotel yang tutup atau tidak menerima training, karena keadaan yang masih pandemic Covid-19. Untungnya, kemudian ada hotel yang mau menerima,” ucapnya penuh syukur.

Hal senada juga dikatakan I Gede Widwasa mahasiswa sekolah pariwisata asal Karangasem yang sampai saat ini belum mendapatkan tempat training. Sejak diumumkan Desember 2020 silam, dirinya sudah mengunjung hotel ataupun restoran untuk bisa diterima sebagai pekerja pariwisata sementara (magang). Surat dari sekolahnya itu tak pernah lepas dari tas hitam yang sering dibawanya. Walau secara administrasi segala syarat sudah lengkap, namun nasib belum berpihak padanya. “Saya sudah mendatangi hotel-hotel di kawasan Nusa Dua, Seminyak,Canggu dan daerah lainnya, namun belum juga diterima. Saya takut, jadwal yang diberikan itu waktunya habis,” paparnya pasrah.

Berbeda halnya dengan mahasiswa di Jaya Wisata International School Denpasar. Sekolah pariwisata yang lebih dikenal dengan “Jawis” itu melakukan inovasi dalam pelaksanaan pelatihan dan pendidikannya selama masa pandemi Covid-19. Kampus yang beralamat di Jalan Gatot Subroto 41 sebagai salah satu kampus perhotelan di Denpasar itu menggelar program On The Job Training (OJT). “Jika pada situasi normal, mahasiswa melaksanakan OJT di hotel selama 1 (satu) semester untuk memantapkan skill atau keahlian yang telah dipelajari di kampus, namun karena dampak pandemi, banyak hotel yang tutup, sehingga program OJT diganti dengan melaksankan Program Enterpreneur,” ucap Marketing, Erawati.

Program Enterpreneur ini, memanfaatkan fasilitas kampus untuk menjadi miniatur hotel dengan berbagai divisi nya. Mahasiswa kemudian dikelompokkan dan diatur menempati berbagai section layaknya manajemen Hotel mulai dari supervisor, barista, waiter, reception, public area maupun section lainnya. “Secara bergilir mahasiswa memanfaatkan fasilitas kampus untuk membuka restoran dimulai dari penyusunan proposal, program, budgeting, pengelolaan sampai pada pelaporan hasil, dan tentunya yang paling utama adalah pelaksanaan tersebut sesuai dengan Protokol Kesehatan,” ungkapnya. (BTN/bud)

1 comment

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

1 Comment

  • atma
    September 13, 2021, 11:10 PM

    Tidak bisa dimungkiri bahwa pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar bagi dunia usaha. Salah satu sektor yang paling terasa penurunannya pada masa sekarang ini adalah sektor pariwisata dan tempat penginapan. Merespons hal itu, Glen Pattiradjawane, PhD. selaku General manajer The Surga Villa Estate, memaparkan sederet tantangan yang harus dihadapi jika ingin sukses berkarier di dunia pariwisata. selengkapnya dapat di lihat di sini: https://dpkka.unair.ac.id/content/view?id=270&t=cerita-pelaku-usaha-pariwisata-dan-penginapan-hadapi-pandemi

    REPLY

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us