DLHK Denpasar Olah Sampah Organik Jadi Pupuk Kompos

DLHK Denpasar Olah Sampah Organik Jadi Pupuk Kompos

Program pengolahan sampah terpadu berbasis desa/kelurahan di Kota Denpasar mulai membuahkan hasil. Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle (TPS3R) yang terintegrasi di Kota Denpasar mampu mengurangi distribusi sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Setelah pemberlakuan kebijakan pemilahan sampah dari sumber, Pemkot Denpasar melalui DLHK langsung mengintegrasikan program pilah sampah dengan pengolahan pupuk kompos.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), IB Putra Wirabawa menjelaskan, keberadaan TPS3R di Kota Denpasar hingga saat ini terus berupaya mengurangi distribusi sampah langsung menuju TPA. Hal ini dikarenakan adanya pemilahan sampah yang terpadu dari hulu atau sumber sampah. “Pengolahan sampah di Kota Denpasar dirancang terintegrasi, setiap bulannya kami mampu memproduksi pupuk kompos dari sampah organik yang dipilah di masing-masing TPS, sedangkan untuk sampah an organik ditangani dan diolah oleh Bank Sampah di Kota Denpasar,” ujarnya.

Kadis yang akrab disapa Gustra menjelaskan, sinergitas dan integrasi dalam upaya menciptakan Denpasar yang bersih, indah dan asri ini merupakan upaya berkelanjutan yang memerlukan sinergitas bersama. Baik dari masyarakat, yayasan, dan kelompok swakelola sampah sangatlah penting. Di Kota Denpasar sendiri terdapat sedikitnya 220 Bank Sampah yang tersebar di 4 kecamatan. “Ini sangat produktif dalam mensukseskan pengolahan sampah dari sumber, namun hal ini diperlukan dukungan masyarakat untuk memilah sampah sebelum diangkut oleh petugas Swakelola Sampah sesuai dengan edaran yang baru, kerjasama ini sangat penting, sehingga diharapkan sampah harian Kota Denpasar yang mencapai 900 ton ini dapat dikurangi pergerakanya menuju TPA,” jelasnya

Hasil produksi pupuk kompos ini sudah siap didistribusikan. Adapun yang menjadi sasaran distribusi yakni desa/kelurahan, yayasan, sekolah serta komunitas-komunitas yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan. Selain itu, taman median pinggir jalan juga menjadi target utama pemupukan kompos ini “Di masa pandemi Covid-19 ini, banyak masyarakat yang menekuni hoby bertani untuk menciptakan ketahanan pangan, jadi bagi yang memerlukan bisa mengajukan permohonan melalui DLHK Kota Denpasar,” ujarnya. (BTN/bud).

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us