DTW Tanah Lot Fokus pada Peningkatan Penerapan Prokes

DTW Tanah Lot Fokus pada Peningkatan Penerapan Prokes

Di tengah pandemi dan di masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot belum memikirkan untuk menggelar kegiatan promosi. Saat ini, hanya fokus pada peningkatan penerapan Protokol Kesehatan (Proles), sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. “Kami belum bisa berbuat banyak untuk bisa menarik kunjungan wisatawan lebih banyak ke Tanah Lot. Kami masih konsentrasi menjaga keamanan kawasan agar tidak menjadi klaster baru,” kata Manajer Operasional, Ketut Toya Adnyana, Senin (25/1).

Toya Adnyana mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan dalam masa penerapan PPKM ini memang menurun dari sebelumnya. Kunjungan rata-rata per hari dari tanggal 11 Januarai sampai 25 Januari 2021 ini hanya 300 orang. Padahal, sebelumnya dimasa menjalani tatanan kehidupan era baru (new normal) jumlah kunjungan rata-rata 1.500 orang perhari. “Kami bisa memaklumi, ini karena seluruh daerah di Bali termasuk daerah Jawa dan daerah lainnya di Indonesia sedang menerapkan PPKM, sehingga benar-benar melakukan pembatasan kegiatan,” akunya polos.

Diawal tahun 2021, kunjungan wisatawan memang sempat mengalami peningkatan, yakni sekitar 5.479 pengunjung pada 1 Januari 2021. Mereka mengisi waktu libur dengan menikmati suasana tahun baru di tempat wisata yang mengandalkan sunset, pantai dan keunikan pura itu. “Tentu saja, para wisatawan yang berkunjung wajib menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes), seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Tetapi, dari pengematan di lapangan, kesadaran para wisatawan dalam penerapan Prokes sangat tinggi. Termasuk mengatur jarak dalam menyaksikan keunikan pura di tengah laut, pantai dan sunset,” imbuhnya.

Selama pandemi ini, kunjungan wisatawan didominasi oleh wisatawan domestik. Kawasan yang mengandalkan pesona alam dan aura kesucian pura di tengah laut ini, banyak dikunjungi wisatawan dari Bali dan luar daerah. “Jumlah kunjungan di tahun 2020 menurun drastis. Tetapi, tidak bisa dipungkiri bahwa untuk tahun 2020 sudah mencapai 617.687 kunjungan. Namun, faktor eksternal penyebaran Covid-19 tidak bisa dipungkiri. Kami sudah berusaha sebaik mungkin, tapi kami tidak bisa memungkiri dampak dari faktor-faktor tersebut,” terangnya.

Karena itu, pihaknya selalu menghimbau para pengunjung untuk tetap disiplin menerapkan prokes, demi menciptakan rasa aman dan nyaman. Hal itu, juga dibarengai dengan perawatan tempat-tempat mencuci tangan, penyediaan hand sanitizer serta penyemprotan disinfectan di areal objek. Para petugas juga melangkapi dirinya dengan Alat Pelindung Diri (APD), sehingga tercipta rasa aman, baik kepada wisatawan ataupun antara pekerja dan diri sendiri. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us