Eks Pelabuhan Buleleng, Destinasi Wisata Unggulan di Bali Utara

Eks Pelabuhan Buleleng, Destinasi Wisata Unggulan di Bali Utara

Meski Pemerintah Provinsi Bali telah memberikan uji coba dibukanya Daya Tarik Wisata (DTW) alam, budaya, buatan, spiritual, dan desa wisata dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen, namun Eks Pelabuhan Buleleng Singaraja belum dibuka untuk umum. Hal tersebut masih menunggu regulasi serta kebijakan Pemerintah kabupaten mengingat ada beberapa syarat dtw untuk bisa dibuka meskipun secara uji coba, diantaranya pnerpaan prokes secara ketat, pmbtasan makasimal jumlah pngnjung 50%, menggunakan aplikasi peduli lindungi dan mengantongi sertifikat CHSE dr lembaga yg ditunjuk oleh kemenparekraf, karena DTW dengan panorama laut dan bersejarah ini sementara pngelolaannya oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buleleng.,” kata petugas DTW, Gede Yuliana, Kamis (23/9).

Semenjak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak beroperasi alias tutup sementara. Hal itu tetap berlanjut, walau level PPKM untuk Bali sudah turun satu tingkat. Karena itu, untuk kepastian menerima kuinjungan DTW Eks Pelabuhan Buleleng masih menunggu regulasi kabupaten dan pemenuhan syarat-syarat sperti tsb dibatas. Terkait aturan buka di DTW. “Walau masih belum boleh dikunjungi, fasilitas penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) sudah lengkap dan berjalan dengan sangat baik Hal itu untuk mendukung pencegahan penularan Covid-19, smentara untuk aplikasi peduli lindungi dan sertifikat chse saat ini masih dlam proses pndftaran scara online,” paparnya.

Petugas yang ada, tetap melaksanakan kegiatan memantau pengecekan serta memelihara kebersihan dan keamanan kawasan DTW. Sebut saja misalnya, memelihara taman dan pngamanan kawasan areal agar tetap aman dan asri, sehingga bila dibuka nantinya maka dapat dipastikan kawasan terpantau bersih dan nyaman serta layak dikunjungi. Kawasan Eks Pelabuhan Buleleng ini memiliki banyak taman karena luasnya areal. “Pegawe yang non Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang beretugas disini, tetap optimal bekerja,” imbuhnya.

Eks Pelabuhan Buleleng ini sudah ada sejak dulu, karena Singaraja dulunya dikenal sebagai Ibu Kota Nusa Tenggara. Namun, pada rentang tahun 1950, terjadi pemindahan lokasi pusat pemerintahan dari Bali Utara ke Bali Selatan. Pemindahan lokasi pusat pemerintahan ini pun berdampak secara nyata pada situasi di Pelabuhan Buleleng. Kini, Eks Pelabuhan Bueleng menjadi destinasi wisata, baik untuk masyarakat local atau asing. Kawasan ini memiliki view yang indah, bangunan jembatan dariu kayu menjorok ke laut. Kawasan ini juga menjadi pusat kuliner.

Eks Pelabuhan Buleleng yang terletak di Jalan Imam Bonjol, Kampung Tinggi banyak dikunjungi karena bisa mengenang sejarah pusat pemerintahan pada jaman dulu yang bernama Soenda Ketjil. Areal ini dilengkapi dengan museum, tempat rekreasi, dan yang sangat bagus untuk menyaksikan sunset. Fasilitas parker luas, ada gazebo (tempat bale), toilet, gedung pertemuan dan wantilan. Saat ini Eks Pelabuhan Bueleng dikembangkan sebagai destinasi unggulan. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us