Explore Badung Trip 2: Mengunjungi Pura Sada, Tanjung Benoa dan Ungasan

Explore Badung Trip 2: Mengunjungi Pura Sada, Tanjung Benoa dan Ungasan

Explore Badung Trip 2 dengan rute Perjalanan Manggupura, Pura Sada, Tanjung Benoa dan Ungasan juga tak kalah menariknya. Daya Tarik Wisata (DTW) yang menjadi tujuan kunjungan itu hampir semuanya memberikan pengalaman yang menawan.

Walau di masa pandemi Covid-19, keberadaan DTW tersebut tetap terjaga, baik kebersihan, keamanan dan kenyamanan. Apalagi, semua DTW telah menerapkan protokol kesehatan, sehingga dapat memberikan rasa aman kepada setiap tamunya. Maka wajar, peserta Trip 2 dengan jumlah total 30 orang, meliputi peserta umum 27 orang, 2 orang pendamping dari Dinas Pariwisata Badung dan 1 orang EO.

Peserta Eksplore Badung Periode 6 – 8 Desember 2020 itu yang telah berkumpul di Pusat Pemerintahan (Puspem) Mangupura diawali dengan menerima pengarahan dan pelepasan dari Dinas Pariwisata dan photo bersama sesuai dengan trip yang diikuti. Sebelum naik bus, para peserta wajib mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) yaitu cek suhu tubuh oleh pemandu wisata. Syukurnya semua peserta memiliki suhu normal dibawah 37 Derajat Celcius. Sebelum duduk, para peserta wajib memakai handsanitaizer serta duduk tetap dengan mengikuti Prokes. Tour guide lalu memperkenalkan diri dan membagikan snack pagi lengkap dengan air mineral.

Pura Sada, merupakan DTW pertama yang dikunjungi para peserta Explore Badung itu. Tujuan wisata berlokasi di Banjar Pemebetan Desa Kapal, Kecamatan Mengwi itu sangat terkenal karena umurnya sangat tua, sehingga ditetapkan menjadi cagar budaya. Jaraknya sekitar 5 Km dari Mangupura dan sekitar 15 km arah barat Kota Denpasar. Pura Sada termasuk pura Kahyangan Jagat, yang menjadi pemujaan seluruh masyarakat Bali. Bentuk daripada bangunan Pelinggih ini mirip dengan candi-candi yang ada di Jawa Timur diperkirakan dibangun sekitar tahun 830 Masehi.

Para peserta mendapat kesempatan sekitar satu jam berkeliling di Pura Sada yang didampingi oleh Sang Pemangku. Rombongan juga berkesempatan melakukan sembahyang, sebelum melanjutkan perjalanan ke Restoran Bale Udang, Kuta. Selama perjalanan, suasana sangat akrab, karena diisi dengan bincang-bincang mengenai suasana pandemi dan pengaruhnya terhadap pariwisata Bali. “Para peserta sangat aktif berdiskusi terkait Covid-19, baik cara menghindari penyebaran, usaha-usaha yang dilakukan untuk menyambung hidup dan lainnya,” ucap License Tour Guide di Travel Kirana Bali Wisata, Wirasa dan Widiada, Jumat (11/12)

Bale Udang Mang Engking terletak di Jalan Nakula No. 88 Pemecutan Kelod. Peserta yang masuk restoran wajib mencuci tangan dan cek suhu tubuh. Tempat makan ini sangat unik, memakai bangunan dari bambu dan beratap ilalang, sehingga menciptakan suasana sejuk. Bangunan ramah lingkungan itu terletak di tengah dengan berbagai jenis ikan, seperti gurami nila, koi dan ikan mujair. Restoran ini menyediakan berbagai macam makanan khususnya makanan khas Indonesia. “Para peserta sangat menikmati menu yang ada,” ungkapnya.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pantai Suluban atau dikenal Pantai Blue Point. Lokasinya terletak di Desa Bukit Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan atau sekitar 20 Km arah selatan Kota Denpasar. Pantai ini sangat unik karena ditutupi dengan rangkaian batu kapur. Untuk bisa sampai disana, melalui tangga dan jalan setapak diantara bebatuan. Pantai ini tidak ideal untuk berjemur karena sinar matahari terhalangi oleh bukit batu kapur disertai dengan pohon-pohonan. Tetapi pantai ini sanagt cocok untuk surfing karena ombaknya yang kuat dan memiliki pasir yang putih. Pantai Suluban bagus pula untuk acara tea time sambil melihat matahari terbenam.

DTW selanjutnya yang menjadi tujuan para peserta Eksplore Badung adalah Pantai Gunung Payung yang terletak di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan. Pantai ini sangat indah karena bisa melihat Pura Gunung Payung ditepi tebing yang eksotik. Fasilitas lain bisa yang dijumpai disana adalah adanya panggung terbuka tempat pertunjukan khususnya Tarian Kecak, namun belum seramai di Pantai Pandawa dan Pantai Melasti. Hal ini karena belum selesainya infrastruktur pendukung. Namun, pantainya memiliki pasir yang sangat bersih, airnya tenang dan terumbu karang yang masih alami. Area parkir juga luas, tetapi akses menuju pantai masih perlu perbaikan.

Peserta kemudian menuju hotel yang melewati Lapangan Mimi Golf yang masih berlokasi dekat
Pantai Gunung Payung, melewati STP Nusa Dua, Puja Mandala, tempat keharmonisan lima agama yang ada di Bali (ada Mesjid, Gereja, Pura, dan Wihara). Rombongan kemudian tiba di Hotel Tijili, berlokasi di jalan Pratama Tanjung Benoa. Para peserta kembali mengikuti protokol kesehatan dengan cuci tangan dan cek suhu tubuh. Hotel ini menawarkan berbagai fasilitas, seperti kolam renang, restoran, spa, dan fasilitas lain yang ada di dalam kamar. Setelah membersihkan badan, peserta menuju Natrabu Restoran.

Peserta disambut dengan Tari Panyembrahma, selanjutnya menuju meja makan. Makanan khas adalah Masakan Padang, seperti rendang, ayam pop, nasi putih, sambal cabai hijau, telur, dan lainnya dengan minuman es teh. Selama peserta makan juga di persembahkan tarian topeng. Setelah itu, rombongan menuju hotel untuk beristirahat.

Pada hari kedua para peserta sarapan pagi direstoran hotel, selanjutnya menuju Dolphin Watersport di Tanjung Benoa. Diarena permainan ini para peserta bisa menikmati 2 permainan meliputi Glass Bottom Boat dan banana boat. Dari atas perahu para peserta bisa melihat terumbu karang dibawah air melalui kaca bawah glass bottom. Para peserta juga bisa melihat bayi penyu yang berukuran mungil sampai yang berukuran besar. Disana juga ada burung, kadal, iguana dan ular. Para peserta membeli aneka pernak pernik yang berhubungan dengan penyu.

Peserta kemudian melanjutkan ke Waterblow yang berlokasi di kawasan BTDC, dan makan siang di Restoran Berlin Gastro Pool & Bar di pusat oleh-oleh Krisna Bali di Jalan Bypass Ngurah Rai. Menunya Ayam Crispy dengan aneka sambal mentah dan minuman es tehnya. Rombongan kemudian berwisata ke konservasi mangrove di Desa Suwung Kauh. Para peserta berkeliling diarea mangrove melalui trek yang sudah dibuat oleh pengelola. Disana ada aneka tanaman bakau, dan juga berbagai binatang, seperti aneka kepiting, burung, ikan dan kadang kadang ada biawak yang berlalu di depan kita.

Perjalanan kemudian menuju Pantai Jimbaran menuju Café Melati. Café ini menyediakan aneka makanan laut seperti aneka ikan bakar, udang, cumi, lobster,dan kepiting. Para peserta dihibur sekelompok group nyanyi yang berasal dari Batak. Suasana menjadi sangat romantis dengan memakai cahaya lilin. Selanjutnya menuju Hotel Best Western Jimbaran yang berlokasi di jalan Raya Uluwatu no 88X, Jimbaran Kuta. Hotel bintang 3 ini memiliki total kamar 120 type Suite, kolam renang, fasilitas internet, restoran, minibar. Pemandangan bukit, dan dekat dengan Patung GWK. Sebelum masuk kamar pihak hotel memberikan informasi mengenai fasilitas yang ada di hotel.

Pada hari III, peserta sarapan pagi di restoran hotel, untuk kemudian proses check out, lalu menuju Pantai Dreamland. Suasana pantai begitu sepi, namun cuaca cukup panas. Pasir pantai yang berwarna putih dan ombak yang agak besar sangat cocok untuk acara surfing. Di pantai ini biasanya banyak untuk acara tea time dan melihat sunset. Namun karena masih suasana pandemi toko souvenir masih banyak yang tutup. Selanjutnya menuju Warung Bu Oki yang berlokasi di Jalan Siligita Nusa Dua. Warung Bu Oki hampir tak pernah sepi pengunjung karena cita rasa menu dan harga terjangkau. Setelah photo bersama, para peserta kembali ke Mangupura. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us