Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road, Hotel Ramah Lingkungan di Kuta

Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road,  Hotel Ramah Lingkungan di Kuta

Pada tahun 2018 hingga 2019, pemerintah, pelaku dan industri pariwisata di Bali sedang gencar-gencarnya memerangi sampah plastik. Bahkan, hotel, restoran, ataupun intansi juga masyarakat saling bahu membahu membersihkan sampah plastik yang dipercaya membawa malapetaka dunia ke depan. Tak hanya melakukan kegiatan bersih-bersih, usaha lain yang dilakukan adalah mengurangi penggunaan botol atau tas berbahan palstik sekali pakai. Nah, apakah semangat itu masih ada di tengah pandemi Covid-19 ini?

Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road masih memiliki komitmen itu. Baru-baru ini, hotel yang telah berdiri semenjak Desember 2019 itu mengajak internal associates-nya (read: staffs), untuk menonton bersama serial pendek dari Pulau Plastik. Pemutaran Film Seri bertema tentang Permasalahan Sampah Plastik di Pulau Bali ini merupakan hasil kolaborasi dengan Pulau Plastik. Film ini menyajikan fakta-fakta mencengangkan, bahwa sampah plastik tidak bisa diabaikan karena sangat dekat dengan keseharian manusia. Setelah itu, semua internal associates diharapkan dapat memiliki kesepahaman yang sama terkait latar belakang Fairfield Bali Kuta menjadi hotel ramah lingkungan.

Hotel yang berlokasi di Jalan Merdeka Raya Gg. VII, Kuta, Kabupaten Badung itu menerapkan larangan untuk tidak menggunakan botol plastik di dalam kamar maupun area publik lainnya. “Kami berharap internal associates juga memiliki value dan spirit yang sama dengan hotel tempat mereka bekerja dan dapat menerapkan alternatif pengganti plastik dalam lingkup terkecil mereka, dari keluarga hingga tempat kerja. Hal itu, sesuai dengan solusi yang ditawarkan dari menonton tayangan Pulau Plastik,” kata General Manager, Christy Guna Desa, Sabtu (6/2).

Fairfield by Marriott Bali Kuta, semakin mantap dengan spirit yang dihadirkan dalam hotel. Sebagai hotel ramah lingkungan, dengan sadar berusaha mengurangi penggunaan plastik, seperti menggunakan air galon di dalam setiap kamar dan botol minum untuk dapat dibawa kemana-mana selama di area hotel dan dapat diisi ulang, menggunakan sedotan berbahan bambu (jika ada tamu yang minta sedotan baru disediakan), serta amenities dalam kamar yang juga tidak mengandung plastik, “Kami menawarkan sikat gigi berbahan kayu, yang setelah digunakan oleh tamu, di-upcycle menjadi pigura foto oleh tim house keeping,” ucapnya.

Di back of the house, dilakukan waste management dengan menggunakan karung goni yang dapat dicuci ulang, dan digunakan lagi untuk menampung sampah-sampah sesuai dengan peng-kategorian organik maupun non-organik. “Fairfield by Marriott Bali Kuta bukanlah sekedar hotel, namun ini adalah rumah bagi setiap orang yang berkunjung ke sini. Sebuah rumah yang menyambut dengan keramahan, bukan saja untuk tamu, namun juga untuk lingkungan sekitar, dan Sang Hyang Widhi. Tri Hita Karana adalah spirit yang dipraktekkan dalam keseharian kami di sini,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Fairfield by Marriott Bali Kuta berharap menjadi bagian kecil dari solusi dari masalah sampah plastik di Pulau Dewata. Dalam hal ini, telah berkolaborasi dengan beberapa key partners untuk terlibat aktif menjadi bagian dari solusi terhadap permasalahan sampah plastik di Bali, seperti Refill My Bottle, Book Greeners, dan Sensatia Botanicals. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us