FuramaXclusive Resort & Villas Ubud Ikut Menjadi Anggota Subak

FuramaXclusive Resort & Villas Ubud Ikut Menjadi Anggota Subak

FuramaXclusive Resort & Villas Ubud yang berlokasi di kawasan Desa Adat Bindu ikut menjadi anggota subak, sebuah organisasi kemasyarakatan yang khusus mengatur sistem pengairan sawah yang digunakan dalam bercocok tanam padi di Bali. Dalam menjaga hubungan dengan masyarakat sekitar, resort ini bahkan menjadi anggota tiga subak, yakni Subak Gaga, Subak Munduk dan Subak Bija yang memang berada di sekitar hotel tersebut.

General Manager (GM) Sales FuramaXclusive Bali, Wayan Sumandia mengatakan, alasan ikut menjadi anggota subak karena Furama sangat peduli terhadap lingkungan sekitar terutama keberlangsungan adanya sawah yang saat ini mulai tersisihkan dikarenakan prkembangan pariwisata yang sangat masif. “Kewajiban kami adalah ikut menjaga adanya sistem pengairan yang ada di sekitar hotel termasuk juga ikut memberi kontribusi di dalam membina anggota subak,” katanya.

Manfaat menjadi anggota Subak bagi Furama Ubud, sebagai upaya untuk ikut terlibat dalam melestarikna warisan Budaya Bali yang sangat langka saat ini. Keterlibatan ini, juga bisa secara tidak langsung ikut merawat dan menjaga kelestarian Budaya Bali, sehingga tidak punah. Perlu disadari, Pariwisata Bali adalah Pariwisata Budaya, sehingga budaya mesti tetap lestari agar pariwisata Bali tetap maju.

Disamping itu, dengan ikut menjadi anggota Subak, secara tidak langsung Furama Ubud memiliki tanggungjawab moral untuk menjaga kelestarian persawahan, terutama yang berada di sekitar hotel. “Dengan cara itu, kami bisa juga mengawasi setiap adanya pergerakan pembangunan di sekitar hotel. Selain itu, dengan ikut menjadi anggota Subak, secara otomats kami bisa mempromosikan Subak itu sendiri kepada tamu kami,” ungkapnya.

Tamu yang menginap di Furama Ubud memang ada yang ingin mengetahui atau mempelajari lebih dalam lagi tentang apa itu Subak. Itu karena keunggulan Furama Ubud yang memiliki pamandangan sawah. “Nah, kami bisa mengajak para tamu turun langsung ke lapangan untuk melihat sistem pengairan kita di Bali. Tamu-tamu akan mengtahui konsep subak itu sendiri. Sekali lagi, menjadi anggota Subak secara tidak langsung kami mempromosikan Wisata Budaya Bali ke tamu tamu,” tegasnya.

Disamping memang ingin ikut melestarikan Wisata Budaya Bali terutama dari sisi menjaga kelestarian alam sekitar terutama persawahan, Furama Ubud juga ikut menjadi Anggota Subak sebagai implementasi dari penerapkan konsep Tri Hita Karana (THK) yang adiluhung. Konsep harus respect atau menghargai masyarakat sekitar di mana hotel kita berada. Kalo orang Bali mengenal istilah “Dimana Tanah Dipijak disana Langit dijunjung”. “Kami memposisikan diri sebagai pendatang, jadi kami harus bisa ikut juga berbaur dengan kegiatan masyrakat sekitar yaitu ikut menjadi anggota Subak itu sendiri,” jelasnya.

Lalu, membagi waktu antara mengelola hotel (bisnis) dengan anggota subak (sosial) itu bukan kendala buatnya. Kegiatan Subak itu sendiri tidaklah kegiatan rutin yang harus diikuti. “Kegiatan Anggota Subak akan diadakan sewaktu-waktu saja, dan itupun kami biasanya akan dapat undangan secara resmi dari Pekaseh (Ketua Subak). Apabila ada program baru atau hal-hal baru yang mereka terapkan di dalam anggota Subak itu sendiri,” pungkasnya. (BTN/bud)

Anin Eka
AUTHOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us