Gajah di Bali Zoo dan Bali Safari Tetap Makan dan Sehat

Gajah di Bali Zoo dan Bali Safari Tetap Makan dan Sehat

Tiga belas bulan sudah pandemi Covid-19 mewabah di Pulau Dewata. Selama itu pula kunjungan wisatawan sepi, hingga membuat pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) khususnya yang mengandalkan binatang sebagai daya tarik kelimpungan. Bagaimana tidak, seretnya kunjungan wisatawan itu, membuat tipisnya pemasukan kepengelola, sehingga berpengaruh pula dengan biaya pakan binatang-binatang yang menjadi daya tarik itu. “Bali Zoo hingga saat ini masih dibuka setiap hari untuk pengunjung. Semua satwa dalam keadaan sehat dan kesejahteraan satwa tetap terjamin. Gajah dan seluruh satwa tetap mendapatkan perawatan kesehatan dan gizi yang tercukupi,” kata Public Relations Excutive, Emma Kristiana Chandra, Kamis (8/4)

Emma mengatakan, gajah yang memerlukan pasokan pakan yang begitu besar juga terpenuhi. Bahkan, kondisi gajah di Bali Zoo dalam kondisi sehat. Binatang besar itu ada sebanyak 13 Gajah Sumatra, yakni 2 jantan dan 11 betina. Walau dimasa pandemi, untuk porsi makan gajah semuanya masih sama, tidak ada pengurangan untuk pakan. Terkait pengurangan ataupun penambahan pakan semuanya disesuaikan dengan kebutuhan gajah atau sesuai dengan body scoring. “Hanya saja, untuk efisiensi kami menerapkan sistem observasi satwa intensif, sehingga tidak ada pakan satwa yang terbuang, tersisa dan tidak dimakan dalam jumlah banyak,” ucapnya.

Pihaknya juga melakukan beberapa substitusi pakan pengganti dengan bahan yang lebih murah, tahan lama, mudah didapat dengan tetap memiliki nilai gizi dan kandungan nutrisi yang sama. Jadi untuk pengurangan pakan untuk satwa tidak ada. “Bali Zoo menanam beberapa pakan untuk gajah di lahan yang dikelola sendiri untuk kebutuhan pakan gajah, seperti rumput gajah, pelepah, daun bambu dan daun ubi serta dibantu dari supplier lokal untuk pakan gajah lainnya. Mineral untuk gajah rutin diberikan beserta penecekan kesehatan juga rutin dilakukan oleh dokter dan perawat satwa. Untuk pakan gajah perharinya sekitar 200-250 Kg, per seekor gajah,” akunya polos.

Demikian pula yang dialkukan di Bali Safari. Senior Vetenerian, Drh. Yohana Kusumaningtyas mengatakan, beberapa ekor gajah juga secara rutin mendapatkan suplemen dan vitamin. Di masa pandemic ini, satwa-satwa di Bali Safari masih tetap mendapatkan asupan makanan sesuai dengan kebutuhannya. Perawatannya pun tetap dimonitor setiap saat. “Stok pakan mencukupi. Apalagi, dibantu dengan pencarian pakan mandiri di lahan-lahan yang tersedia oleh tim internal dan juga beberapa donasi dari beberapa pihak. Kami pun masih mendapatkan support dari Taman Safari Indonesia (TSI) Grup,” jelasnya meyakinkan.

Pakan gajah itu meliputi rumput gajah, batang jagung, pelepah kelapa, batang pisang dan pelet. Walau saat ini masih sulit, tetapi pemberian pakan tidak dikurangi. “Untuk pakan gajah kami variasikan dan substitusi dengan pakan yang tersedia. Kami masih tetap membeli pakan dari suplier juga dari hasil pencarian pakan disekitar park. Demikian pula untuk kesehatannya selalu dimonitor oleh tim medis. Setiap hari ada tim dokter hewan yang bertugas memeriksa kesehatan satwa,” papar Yohana Kusumaningtyas seraya menambahkan di Bali Safari ada sekitar 30 ekor gajah. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us