“Green Zone” Sanur Mampu Yakinkan Turis untuk Datang Lagi

“Green Zone” Sanur Mampu Yakinkan Turis untuk Datang Lagi

Sanur yang telah dideklarasikan sebagai kawasan green zone, saat ini belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan. Menentukan tempat yang aman untuk sebuah wilayah sangat penting, sehingga dapat meyakinkan wisatawan untuk datang. “Kami berharap selanjutnya ada deklarasi yang official dalam bentuk promosi dan semacamnya. Hal itu akan sangat membantu mengarahkan wisatawan ke tempat aman yang dijadikan pilot project pemulihan pariwisata,” kata Executive Assistant Manager Swiss BelResort Watu Jimbar, Sanur Ida Bagus Gde Cendra Setiawan, Kamis (29/4).

Sanur sebagai green zone mesti dapat meyakinkan wisatawan datang untuk berwisata. Karena itu, pemerintah dan seluruh stick holder harus saling bergandengan dan satu wacana, sehingga bisa menyakinkan para wisatawan. “Kesiapan akan penerapan protokol kesehatan dan disiplin dalam mengatur keseragaman green zone yang akan menjadi fokus para pengujung sebagai tolok ukur dearah yang aman dari Covid-19,” jelasnya.

Pria yang aktif dalam kegiatan organisasi pariwisata ini mengaku, dalam suasana pandemi yang tak jelas ujungnya ini sangat tidak menguntungkan. Isian kamar hotel yang dikelolanya mulai Januari sampai April sekarang ini rata-rata tingkat unian dibawah 10%. Ia juga tidak memiliki gambaran isian kamar untuk Mei, Juni dan Juli bulan rencana dibukanya border pariwisata. “Saat ini bookingan masih minim. Kalau border sudah dibuka tentu bookingan akan mulai mengalir, dimana confident para touris khususnya dari luar negeri akan memilih daerah yang sudah dinyatakan sebagai daerah green zone,” jelasnya.

Mengingat pentingnya status green zone itu, pemilik usaha atau pengelola hotel mesti mendukung dengan menjalankan semua syarat dari target pencapain green zone tersebut. Hotel, restoran, travel agent, pedagang, driver yang berkecimpung langsung di industry pariwisata mesti memiliki komitmen untuk menjalani tatanan kehidupan era baru serta penerapan prokes secara ketat. “Hotel harus memiliki sertifikat CHSE, dan kesiapan Satgas team covid-19 di masing-masing hotel dalam penerapan kesiagaan untuk mensukseskan green zone area ini. Jika ada kasus di hotel dari tamu yang menginap nantinya. Langkah langkah penanganannya harus terorganize, semisal ada rumah sakit pendamping yang telah ditunjuk atau digandeng yang menjadi bagian dari area green zone tersebut. Kami di Swiss Belresort Watu Jimbar mempersiapkan hal itu dengan penyediaan ruang isoalsi dan team,” paparnya.

Swiss Belresort Watu Jimbar, dalam masa pandemi seperti ini hanya mengopersikan 1/2 dari kamar yang dimiliki, beserta fasilitasnya. Hal itu, dikarenakan business yang masih belum menentu dan keterbatasan karyawan yang dikerjakan yang harus disesuaikan dengan tingkat hunian dalam setiap harinya. “Saat ini operational hotel belum sempurna seperti dulu, banyak fasilitas yang kita tutup sementara sampai nanti business kembali lagi. Kami, sangat konsen dengan biaya-biaya yang akan kami keluarkan yang tidak sebanding dengan penghasilan kami saat ini,” ujarnya.

Gus Cendra kemudian mengajak seluruh lapisan masyarakat mendukung dan membantu pemerintah dalam setiap program yang dilakukan didalam penangan dan penanggulangan pandemi Covid-19 ini. Dalam hal ini, tidak serta merta hanya fokus dan menjadi beban pemerintah saja, tetapi masyarakat juga sangat berperan dalam mempersempit ruang gerak penyebaran Covid -19 ini. “Kita harus banyak belajar dari apa yang terjadi di luar sana, seperti di India yang saat ini mengalami fase kedua penyebaran masiv Covid-19, karenanya harus serius dan disilplin menjalankan prokes,” imbuhnya.

Gus Cendra kemudian memohon terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah selalu disingkronkan dengan kebijakan lain yang sudah dikeluarkan. Dengan demikian, tidak ada kesan kebijakan yang dibuat tumpang tidih. “Ini yang membuat rakyat menjadi binggung. Pemangku kebijakan hendaknya duduk berdampingan, sehingga apa yang dibuat selaras, terencana dan berpola. Dengan demikian, tujuan pemulihan ekonomi lewat sektor pariwisata tepat sasar, dan akan memberikan dampak positif, serta memberikan confident bagi pelaku pariwisata, beserta touris dan tamu local untuk berwisata. Ketegasan pemeritah sangat diharapkan dan kekompakan daerah dan pusat akan menjadi barometer keberhasilan,” usulnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us