Griya Santrian Beach Resort & Spa Kantongi Sertifikasi CHSE

Griya Santrian Beach Resort & Spa Kantongi Sertifikasi CHSE

Griya Santrian Beach Resort & Spa berhasil mengantongi sertifikasi Clean, Health, Safety, and Environment (CHSE) dari Dinas Pariwisata Kota Denpasar. “Sedangkan sertifikasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sedang dalam proses penyelesaian,” kata General Manager, IB Sidharta Putra disela-sela penyerahan sertifikat CHSE itu, beberapa waktu lalu.

Sidharta Putra yang akrab disapa Gusde itu mengatakan, sertifikasi ini merupakan bentuk jaminan kepada masyarakat, bahwa produk dan layanan yang diberikan sudah memenuhi standar protokol kesehatan, kebersihan, keselamatan dan kelestarian lingkungan. “Hal ini, juga merupakan bentuk dari komitmen Griya Santrian untuk menciptakan lingkungan yang aman dan higienis untuk para tamu dan karyawannya. Disamping, untuk menyediakan pengalaman menginap yang bebas dari rasa khawatir,” ucapnya.

Sertifikasi CHSE ini didapatkan setelah audit menyeluruh dimana tim auditor independen meninjau dan memeriksa secara langsung seluruh protokol kebersihan dan kehigienisan yang diterapkan oleh hotel. Aspek-aspek yang diperiksa termasuk ketersediaan dan penerapan Standard Operational Procedure (SOP) untuk kebersihan, kesehatan, dan keselamatan karyawan, tamu, supplier, vendor, kontraktor, serta pihak lain yang beraktivitas di hotel.

Daftar penerapan tatanan kehidupan era baru dibidang usaha pariwisata kota Denpasar di Griya Santrian, dengan ketersediaan fasilitas selengkapnya. Adapun fasilitas itu, sebagai berikut tempat mencuci tangan dengan perlengkapannya dengan jarak, hand sanitizer di area akomodasi pariwisata, tanda penunjuk arah lokasi tempat mencuci tangan dan hand sanitizer di tempat-tempat yang mudah dilihat, dan alat pengukur suhu badan (Thermo Gun/ Thermo Scanner) di pintu masuk lobby dan restoran. “Pemeriksaan suhu tubuh kepada tamu dengan Thermo Gun / Thermo Scanner. Jika terdeteksi suhu mencapai 37,30C, atau lebih, maka tamu yang bersangkutan akan dirujuk ke pihak terkait untuk mendapat penanganan lebih lanjut,” terangnya.

Fasilitas selanjutrnya yaitu masker bagi pengunjung/wisatawan diberikan secara gratis, ada papan informasi himbauan protokol kesehatan, aarana pembayaran non-tunai, melakukan pembersihan dengan disinfektan terhadap semua peralatan dan perlengkapan serta fasilitas yang di sentuh oleh tamu, karyawan dan pihak terkait sebelum dan sesudah digunakan atau setiap 4 jam sekali, menghindari sentuhan fisik pada saat melakukan pelayanan kepada tamu, memiliki sistem pengaturan interaksi dengan jarak minimal 1 meter dan memiliki sistem pengaturan antrian dengan jarak minimal minimal 1 meter.

Ada pula sistem pengaturan tempat duduk dengan jarak minimal 1 meter, memiliki sistem pengaturan kerumunan dengan jarak minimal 1 meter, menetapkan jam operasional sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Pemerintah Daerah setempat sesuai ketentuan peraturan perundangundangan, menyediakan pelatihan terhadap karyawan untuk penerapan protocol kesehatan, membentuk petugas khusus pemantau protokol tatanan kehidupan era baru, menyiapkan sistem penanganan kasus emergency serta mengatur protokol kesehatan antara lain etika meludah, batuk, dan bersin di area. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us