Gubernur Koster; Jangan Terlena Agar Pelaksanaan Festival Seni Bali Jani Lebih Baik

Gubernur Koster; Jangan Terlena Agar Pelaksanaan Festival Seni Bali Jani Lebih Baik

Gubernur Bali Wayan Koster mengingatkan jangan terlena dan terus berbenah agar pelaksanaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) III tahun mendatang lebih baik, dan menunjukkan kemajuan perkembangan seni modern, kontemporer di Pulau Dewata. “Pesan saya rawat bersama-sama agenda tahunan FSBJ ini dengan baik melalui kerja yang kreatif, peningkatan tata kelola, disertai sikap yang profesional,” katanya saat menutup FSBJ tahun 2021 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (6/11).

Gubernur Koster mengapresiasi para penggiat seni di Bali, baik seni modern maupun kontemporer yang telah bersama-sama memberikan karya-karya terbaiknya dalam FSBJ. Dari hasil survei Warmadewa Research Centre, pelaksanaan FSBJ III Tahun 2021 disebut sangat baik, namun harus disikapi juga dengan kritis dan sikap yang terus mendorong perbaikan pelaksanaan FSBJ di tahun-tahun mendatang. “Justru ini adalah tantangan untuk menjaga agar terus bisa kita jalankan FSBJ dengan semakin baik. Sekaligus juga kita membuka diri terhadap semua pihak yang memberi masukan maupun juga kritik yang konstruktif,” terangnya.

Gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng ini mengungkapkan, FSBJ lahir dari gagasan sang istri yang melihat perlunya penyeimbangan antara festival untuk seni tradisi dan seni modern, kontemporer. Dari pelaksanaan tahun ketiga, karya seni yang ditampilkan oleh seniman kampus maupun seniman alam sangat konsisten mengacu pada tema FSBJ tahun ini. “Kami bersyukur agenda FSBJ telah menghiasi memori estetik masyarakat Bali selama dua pekan. FSBJ harus ditingkatkan lagi, jangan kita pernah puas, terus berusaha agar semakin baik,” tegasnya.

Penerapan protokol kesehatan (prokes) yang dilaksanakan dengan ketat selama pandemi Covid-19 juga diapresiasi. Pihaknya bersyukur, karena FSBJ tidak menimbulkan kluster baru penyebaran Covid-19. “Astungkara selama berlangsung FSBJ tidak muncul kasus di wilayah ini. Yang artinya tidak ada kluster baru di tempat acara berlangsungnya FSBJ ini. Saya memonitor keterkaitan antara aktivitas dalam FSBJ ini dengan prokes serta dampaknya bagi masyarakat. Astungkara berjalan dengan baik dan tidak ada masalah,” ucapnya.

Seni budaya Bali yang adiluhung adalah hasil cipta, rasa karsa para leluhur dengan proses perjalanan yang panjang. Sebagai generasi penerus adalah wajib hukumnya untuk merawat, menguatkan, dan memajukan agar apa yang kita warisi memberi kesejahteraan bagi krama Bali. “Karena itu, kebudayaan telah kita kuatkan dengan mengeluarkan Perda nomor 4 tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan dan diiringi dengan sejumlah Pergub yang menurut saya sudah menjadi regulasi yang sangat lengkap sangat memadai,” imbuh Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini.

Kepala Dinas Kebudayaan, Prof Dr I Gede Arya Sugiarta melaporkan, setelah berjalan selama dua pekan, tema besar FSBJ III Tahun 2021 telah diwujudkan dengan baik melalui sajian karya seni yang artistik, modern, dan terstruktur. Garapan yang disajikan benar-benar sesuai tema, yakni tentang pentingnya memahami hutan sebagai sumber literasi untuk membangun harmoni diri dan bumi. “Hal ini didukung dengan dekorasi eksterior dan interior, tata lampu. sound system yang bernuansa modern, yang memberikan suasana Bali masa kini yang berkarakter dan berdaya saing,” ujarnya.

Pelaksanaan FSBJ tahun 2021 dilakukan pengaturan terhadap pengunjung atau penonton untuk memenuhi protokol kesehatan (prokes). Hal ini mengingat pandemi yang belum dinyatakan berakhir, sehingga prokes wajib diperketat. Sedangkan dari sisi format kegiatan yang digelar secara hybrid, sangat diapresiasi penonton. “Kehadiran penonton dapat dikendalikan pada setiap pertunjukan, yakni berkisar 100 sampai 200 orang sesuai kapasitas yang telah kita tentukan. Namun di media sosial jumlah penonton jauh lebih banyak,” terang tokoh asal Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan ini.

Materi yang disajikan dalam FSBJ III antara lain Medeeng Anyar (Karnaval Virtual), Pawimba (Lomba), Adilango (Pergelaran) pentas ragam seni dari sejumlah sanggar, grup teater, serta komunitas seni, Utsawa (Parade) pentas ragam seni dari duta kabupaten/kota di Bali, Megarupa (Pameran Seni Rupa), Timbang Rasa (Sarasehan), Beranda Pustaka (Bursa Buku), dan penghargaan Bali Jani Nugraha. “Dengan format live streaming, agenda FSBJ juga dapat ditonton oleh masyarakat di luar Bali bahkan juga di luar negeri. Dari hasil survei Warmadewa Research Centre, kegiatan FSBJ yang paling banyak ditonton di media YouTube adalah timbang rasa (sarasehan) dan adilango (pagelaran),” papar mantan Rektor ISI Denpasar ini.

Bali tahun ini juga mengukir prestasi dengan menjadi juara nasional Utsawa Dharma Gita tingkat nasional. Selain itu, sebanyak 19 objek kebudayaan Bali telah ditetapkan menjadi WBTB (Warisan Budaya Tak Benda) Nasional 2021. Dalam penutupan, diserahkan pula hadiah kepada pemenang pawimba (lomba) serangkaian FSBJ dan juga pemberian penghargaan Bali Jani Nugraha kepada 10 orang tokoh.

Acara ditutup, sekaligus melaunching tema FSBJ IV Tahun 2022 yang mengambil tema “Jaladhara Sasmita Danu Kerthi; Air Sebagai Sumber Peradaban” ditandai dengan pelepasan anak panah yang dilesatkan ke layar LED utama. Hadir saat itu Ny Putu Putri Suastini Koster, Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Sekda Dewa Made Indra, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, serta undangan lainnya. Dalam penutupan, diserahkan pula hadiah kepada pemenang pawimba (lomba) serangkaian FSBJ dan juga pemberian penghargaan Bali Jani Nugraha kepada 10 orang tokoh. Di akhir acara penonton dihibur oleh penampilan dari Sanggar Rareangon Sejati berkolaborasi dengan Lolot Band, The Hydrant, Bali Drum Holic, dan Juara Festival Bulan Bung Karno 2021. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us