Gubernur Koster Minta Aparat Tindak Tegas Joged Porno

Gubernur Koster Minta Aparat Tindak Tegas Joged Porno

Entah karena kurang kerjaan, pertunjukan joged porno kembali marak dalam media sosial (medos). Pelecehan terhadap kesennian ini sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu, namun saat ini kembali muncul. “Kami mengecam dan sangat menyayangkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menampilkan kesenian Joged Bumbung dengan sengaja mempertontonkan adegan yang tidak terpuji, melanggar etika dan kesantunan tari Bali. Untuk itu, aparat yang berwenang, Bupati/WaliKota, Lurah, Perbekal dan Bandesa Adat agar mengambil tindakan tegas dan langkah penertiban” kata Gubernur Wayan Koster didampingi Kadisbud Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha, Selasa (30/11).

Pementasan dan tayangan Joged Bumbung yang tidak sesuai pakem terutama yang mengandung unsur pornografi masih marak terjadi. Karena itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat tidak lagi melecehkan kesenian Joged Bumbung sebagai seni tradisi Bali warisan budaya Leluhur. Kesenian Joged ini telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada tahun 2015, maka itu kita wajib melestarikan, melindungi, dan memuliakannya. “Hal ini sejalan dengan Visi Pembangunan Bali, yaitu Nangun Sat kerthi Loka Bali, yang menjadikan Kebudayaan sebagai hulu pembangunan, oleh sebab itu semua objek Kebudayaan harus dilindungi,” ucapnya.

Untuk itu, seluruh warga masyarakat, seniman, dan budayawan harus turut serta mendukung dan berperan aktif menghormati, melindungi dan melestarikan kesenian Joged Bumbung yang memiliki nilai estetika tinggi. Instansi pemerintah, lembaga pendidikan, dan lembaga swasta, juga turut serta memberikan pembinaan kepada sanggar, sekaa, dan kelompok kesenian Joged di Bali agar melakukan pementasan yang baik dan benar. Begitu pula kepada pengelola hiburan, hotel, dan restaurant agar tidak lagi menampilkan kesenian Joged Bumbung yang tidak sesuai dengan pakem tari Bali.

Gubernur juga meminta kepada pengelola dan penggiat media social, youtuber, instragram, dan sebagainya untuk tidak menyebarluaskan konten kesenian Joged Bumbung yang mengandung unsur pornografi atau pornoaksi di platform youtu beatau media social lainya. Peredaran Joged porno telah menimbulkan citra negatif terhadap kesenian Bali. Kesenian Joged Bumbung ternodai oleh oknum yang tidak menghargai nilai-nilai artistik dan filosofi budaya Bali. “Saya minta kepada Instansi Kepolisian, Bupati/ WaliKota, Lurah/ Perbekel, dan Bandesa Adat mengambil langkah-langkah preventif, mencegah, dan memberikan tindakan tegas, tehadap pihak-pihak yang memfasilitasi atau menyelenggarakan atau pihak yang menggungah ke media social,” tegas Gubernur Koster. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us