H Sovereign Hotel Bali Bidik Wisdom dan Lokal

H Sovereign Hotel Bali Bidik Wisdom dan Lokal

H Soevereign Bali, adalah salah satu hotel bintang empat di kawasan wisata Kuta yang sangat merasakan dampak dari Penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kreativitas Masyarakat (PPKM). Hal tersebut, dirasakan setelah Pemerintah Provinsi Bali mengumumkan pemberlakuan PPKM sejak 11 Januari 2021. “Padahal, pada saat libur Natal dan Tahun Baru, kunjungan wisatawan ke hotel ini mulai ada, sehingga menambah occupancy kamar. Sekarang, occupancy hotel hanya 7 persen saja,” kata Marketing Executive Manager, Yuni Ria Komala, Kamis (21/1).

Gadis yang biasa disapa Riry mengatakan, penerapan PPKM itu dalam rangka membatasi aktifitas masyarakat sebagai langkah untuk menghentikan penyebaran Covid -19. Demikian pula pemberlakuan swab test bagi pengguna transportasi darat, laut, dan udara, seakan menghadapkan H Sovereign pada situasi yang benar-benar dilematis. Hal ini, ini sebagai salah satu penyebab terjadinya penurunan terhadap occupancy kunjungan tamu hotel. “Occupancy hotel H Soevereign mencapai 20 persen. Itu terjadi pada saat adanya penerapan protokol kesehatan yang hanya berupa rapid test. Akan tetapi, setelah diterapkannya protokol kesehatan berupa swab test PCR dan swab test antigen, jumlah kunjungan tamu terus menurun hingga sekarang hanya 7 persen saja,” tegasnya.

Apabila dibandingkan pada saat Bali menerapkan new normal, occupancy hotel masih lebih baik daripada pada saat penerapan PPKM saat ini. Saat itu, tidak terlalu membatasi aktivitas masyarakat, karena hal itu masih bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan 3M (Mencuci tangan, Memakai masker dan Menjaga jarak) sesuai dengan regulasi Pemerintah. “Kami merasa, PPKM kali ini lebih banyak berdampak, tidak hanya industri pariwisata dan perhotelan saja , tetapi juga seluruh industri kecil maupun industri besar di Bali,” ungkapnya.

Adanya PPKM ini, pihaknya kemudian menyesuaikan pasar yang dibidik yaitu wisatawan domestik atau local resident. Baik itu wisatawan dalam jumlah group atau dari badan pemerintahan lainnya. “Setidaknya ini cukup untuk menjadi andalan H Soevereign untuk dapat menerima kunjungan perharinya. Selain masih didominasi oleh lokal resident dan wisatawan domestik (wisdom), wisatawan mancanegara juga masih mendominasi. Akan tetapi, wisatawan mancanegara itu yang memang telah menetap, sebelumnya sudah berada di Bali,” paparnya.

H Sovereign Bali masih menyediakan semua tipe kamar untuk para tamu. Akan tetapi, ada beberapa fasilitas yang belum beroperasi, seperti Maisa Restaurant, dan Spa. Sementara untuk fasilitas Pool dan gym masih dapat digunakan untuk pengunjung hotel. Untuk Meliwis Restaurant, dibuka sewaktu – waktu apabila dibutuhkan untuk pengunjung hotel dalam kapasitas besar saja atau ketika ada bookingan tertentu. Sedangkan fasilitas club premier masih ditutup untuk saat ini.

Riry menaruh harapan besar pariwisata akan pulih setelah program vaksinasi ini sudah diikuti seluruh lapisan masyarakat Indonesia, dan tidak hanya oleh masyarakat Bali saja. Vaksinasi ini diharapkan menjadi salah satu cara yang efektif dan juga harus dapat disosialisasikan kepada masyarakat secara transparan, sehingga dapat memberikan kenyamanan kepada publik sebagai Langkah pencegahan terhadap pandemi Covid-19 agar penyebarannya tidak semakin meluas, tutupnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us