“Hidden Canyon” Beji Guwang Menantang Anda

“Hidden Canyon” Beji Guwang Menantang Anda

Bingung mencari tempat wisata di masa pandemi? Kunjungilah Hidden Canyon Beji Guwang, sebuah Daerah Tujuan Wisata (DTW) baru yang menyuguhkan pemandangan alam yang indah, alami (tanpa buatan), menarik, mempesona sekaligus menantang. pengunjung pasti senang, karena dapat memanjat tebing, melompat, dan menelusuri derasnya sungai sambil menikmati keindahan tebing berukir secara alami. Ukiran itu, diperkirakan dari proses aliran air sungai yang mungkin terjadi ratusan, bahkan ribuan tahun silam. Hidden Canyon juga menyediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun sebagai bentuk penerapan Protokol Kesehatan (Prokes), sehingga aman dan nyaman berwisata di masa pandemi.

Panorama alam sekitar juga indah. Di setiap langkah, diiringi dengan merdunya alunan kicauan burung-burung liar, segarnya gemericik arus sungai yang semua itu menjadi aktivitas asik di Hidden Canyon Guwang. Destinasi wisata yang telah berkembang sejak 2015 itu berlokasi di Jalan Sahadewa, Banjar Wangbung, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Lokasinya strategis, yakni sekitar 13 Km dari Kota Denpasar. DTW yang mengandalkan alam ini dikelola secara swadaya dengan fasilitas yang sangat sederhana. “Sekarang, DTW Hidden Canyon Beji Guwang dikelola oleh Bumdes Wisnu Prabawa, Desa Guwang dengan Unit Usaha Wisata Bernama Hidden Canyon Beji Guwang,” kata Manejer, I Nyoman Ariawan Mastina, Kamis (24/6).

Dengan sistem management yang baru, maka fasilitasnya yang ada menjadi sangat lengkap, bersih dan bagus sesuai standar. Hal itu untuk menciptakan trasa aman dan nyaman untuk beraktivitas wisata. Untuk keamanan, jangan takut karena setiap pengunjung yang berwisata di Hidden Canyon akan didampingi pemandu wisata mulai dari melewati sungai, tebing, dan persawahan sepanjang 3,5 Km untuk jalur trekking. “Saat ini harga tiket Hidden Canyon dibuat seragam, Rp 100.000 /orang untuk tamu domestik, anak-anak, dewasa, maupun wisatawan mancanegara. Harga tiket yang berlaku sejak 10 Maret 2021 itu, sudah termasuk pemandu, handuk, locker, air mineral dan tax service,” paparnya serius.

Sebagai wisata alam, Hidden Canyon cocok bagi para pecinta tantangan. Sebab, selama trekking
para pengunjung diajak naik turun tebing, berendam menelusuri sungai, hingga tiba pada titik-titik peristirahatan. “Kami memiliki tiga titik peristirahatan, Canyon 1, Canyon 2, dan Canyon 3. Di masing-masing titik peristirahatan itu menyuguhkan pemandangan tebing yang indah. Nah, disini pengunjung bisa berfoto di canyon 1, karena tempatnya sejuk, dan merupakan tempat paling bagus,” tambahnya.

Dalam empat bulan terakhir pihaknya mengalami peningkatan kunjungan. Meski deemikian, tidak serta merta membuat dirinya puas. Pihaknya tetap gencar membagikan info terkait wisata ini ke berbagai komunitas, sehingga masyarakat luas mengetahui keberadaan Hidden Canyon. “Dari sekian pengunjung, mereka mengaku senang berwisata di ini. Bahkan, beberapa traveler sangat menikmati. Mereka membiarkan diri dalam keadaan basah beristirahat setelah menuntaskan trekking,” ungkap Staf Guest Service, I Wayan Artadiana yang mendampingi Mastina.

Menurutnya, akhir-akhir ini pengunjung lumayan ramai. Mereka ada yang merupakan wisatawan local, domestic dan asing yang tinggal di Bali. “Mudah-mudahan kunjungan wisatawan terus konsisten, seperti ini, atau bahkan semakin ramai. Saat ini masyarakat ingin denga suasana yang beda, sehingga di Hidden Canyon adalah tempatnya,” harap Artadiana.

Diakhir pembicaraannya, Mastina menegaskan, Hidden Canyon adalah suatu badan usaha milik Desa Guwang berdiri sejak 20 Oktober 2015, yang dipelopori oleh I Nyoman Parta yang saat ini menjadi Anggota DPR RI. Tujuannya, untuk mensejahterakan masyarakat Desa Guwang, dengan cara mempekerjakan warga asli Desa Guwang. “Kami di sini memiliki tujuan untuk membangun desa kami, dengan mempekerjakan warga asli. Kami berharap akan memberikan manfaat kepada warga kami, dan usaha wisata ini dapat diteruskan oleh generasi penerus kami,” ujarnya.

Saat ini pihaknya akan terus mengembangkan Hidden Canyon dengan membangun taman wisata dan restoran seluas total 40 are. Jika semua berjalan lancar, restoran ini ditargetkan rampung pada bulan Oktober 2021. Ini murni untuk menggerakkan ekonomi desa. “Tukang yang menggarap taman wisata dan restoran adalah warga desa guwang sendiri. Mudah-mudahan, dengan membangun ini akan mampu menarik jumlah pengunjung, sehingga kami dapat bertahan bahkan terus berkembang,” tutup Mastina. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us