Hindari KIPI Berat, Tim Vaksinasi Covid-19 Lakukan Screening Ketat

Hindari KIPI Berat, Tim Vaksinasi Covid-19 Lakukan Screening Ketat

Tim vaksinasi Covid-19 yang berasal dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Buleleng melakukan screening terhadap calon penerima vaksin Covid-19 dengan ketat. “Hal ini diperlukan untuk menghindari terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang tergolong berat,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) yang juga Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19, Gede Suyasa saat melakukan pemantauan pelaksanaan vaksinasi di Kecamatan Gerokgak, Jumat (11/6).

Sekda Suyasa melakukan pemantauan di empat titik, yakni di Desa Tinga-Tinga, Desa Pengulon, Desa Patas dan Desa Gerokgak yang didampingi Kadis Kominfosanti Buleleng, Ketut Suwarmawan, Camat Gerokgak, Made Juartawan, Kadiskes dr. Sucipto dan perbekel setempat. Terkait KIPI, Kadiskes ditugaskan untuk menekankan kepada seluruh tenaga kesehatan yang bertugas dalam tim vaksinasi untuk melakukan screening dengan ketat, sehingga KIPI berat bisa dihindari. ”Untuk masyarakat sebelum vaksinasi agar menjaga kesehatan dengan baik supaya kondisi tubuh betul-betul fit untuk menerima vaksin,” jelasnya.

Warga di empat desa terlihat antusias terkait pelaksaan vaksinasi. Tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi cukup tinggi. Masyarakat ingin melakukan suntikan vaksin melebihi target 70 persen yang ditetapkan. Tidak hanya lansia, kaum remaja pun terlihat berbondong-bondong datang ke lokasi vaksinasi. “Antusias warga cukup bagus jadi tinggal fasilitas kesehatan khususnya tenaga kesehatan di tiap desa disiapkan lebih dari satu tim,” ucapnya.

Pelaksanaan vaksinasi di Gerokgak tidak lepas dari dukungan dari pihak pemerintahan desa dan kecamatan yang dinilai bagus. Untuk itu, diharapkan target vaksinasi dalam sepuluh hari terakhir bisa diselesaikan sebanyak 50 ribu di Kecamatan Gerokgak. “Setelah menyasar di Gerokgak, selanjutnya kita akan sasar di kecamatan lain,” sebutnya.

Sekda asal Tejakula ini menambahkan, di Kabupaten Buleleng jumlah yang sudah dilakukan vaksinasi 167 ribu. Dari jumlah ratusan ribu tersebut, hanya dua sampai tiga orang yang mengalami KIPI kategori sedang. Namun, KIPI tersebut tidak berlangsung lama. Sudah kembali normal dalam waktu dua hari. “Tentunya setiap KIPI akan ditentukan oleh kondisi tubuh masing-masing, tidak bisa dijadikan generalisasi,” tutup Gede Suyasa. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us