Hotel ini Berada di Atas Lembah Sungai Ayung dan Tawarkan Suasana Desa

Hotel ini Berada di Atas Lembah Sungai Ayung dan Tawarkan Suasana Desa

Pramana Watu Kurung tidak begitu besar. Tetapi, resort yang terletak Jalan Batu Kurung I No.4, Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, ini menjadi favorit wisatawan ketika tinggal di Bali. Resor begitu elegan dan menghormati warisan seni Indonesia yang begitu kaya. Lokasinya, berada di atas lembah Sungai Ayung dengan suasana desa banget, asri, tenang dan yang pasti nyaman. “Konsep villa Pramana Watu Kurung menjadi sesuatu yang beda dari yang lain,” kata General Manager, Ketut Sumartono, Rabu (7/6/2023)

Resort ini memiliki lokasi sangat strategis, sekitar 4 km dari pusat Kota Ubud, sekitar 41 km dari Bandara Ngurah Rai serta dekat dengan puri dan objek wisata di Ubud. Resort ini sangat menawan karena menggunakan bahan-bahan alami. Resort ini memberikan kesan, bahwa selalu menjadi bagian dari desa setempat. Karenanya, resor ini sebagai tempat para pelancong untuk bersantai dan mengalami harmoni kehidupan Bali dalam segala kemegahannya yang sederhana.

Tagline-nya cenderung memperkenalkan suasana pedesaan di kalangan wisatawan mancanegara. Budaya tradisi yang masih dipertahanan adalah Cangkem Paon, dapur masyarakat Bali yang digunakan untuk cooking class. Memasak dengan menggunakan Cangkem Paon ini hasil makanan pun beda. “Kalau di Bali, pasti sudah ada cangkem paon karena fungsi. Disamping menghilangkan bakteri, dan dipercaya menghilangkan hal-hal negatif, sehingga kalau datang dari manapun, pasti melewati Paon dulu,” tegas pria yang akrab disapa Jero ini.

Resort ini memiliki program khusus life conseling and purification, Wisatawan Mancanegara (Wisman) diminta diberikan petunjuk dari sisi spiritual. Apalagi, konsep tradisional village hotel, tentunya mengadopsi budaya tradisi. Banyaknya tamu yang datang ke Bali, lebih banyak melakukan treatment kesehatan, seperti yoga da healing. “Banyak tamu yang stres justru datang ke sini menenangkan diri. Konseling buat mereka juga. Karena kami melakukan dengan sistem dua sisi, yakni Sekala dan Niskala. “Intinya adalah balancing antara alam semesta dan untuk dirinya sendiri,” paparnya.

Chief Executive Officer at Pramana Experience, I Nyoman Sudirga Yusa mengatakan, Pramana Watu Kurung menawarkan konsep hotel couple, sehingga beda dari yang lain. Cenderung menonjolkan suasana pedesaan dengan konsep tradisional yang tidak benturan dengan budaya dan prinsip ekonomi. “Di sini, kami tidak menerima children karana situasi dan lingkungan agak berbahaya buat anak anak. Ya, honeymoon dan couple biasa,” sebutnya.

Menurut Sudirga Yusa, Watu Kurung menjadi manajemen Pramana mulai tahun 2018. Owner merupakan orang Bali. Resort ini ada, berawal dari perkembangan Ubud sebagai destinasi pariwisata. Owner ingin mempunyai properti kecil, tetapi harga jualnya diharapkan mahal. Akhirnya lahirnya Pramana Watu Kurung. Ini sudah tahun kelima, dan masuk tahun keenam. “Saat pandemi masih bisa bertahan. Hari ini puji Tuhan, berkat kerja tim dukungan pemilik dukungan bisnis patner, pandemi bisa dilalui dengan kebesaran hati dan masa recovery 2023 bisnis sudah bisa melaju lagi,” ungkapnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us