I Gusti Gede Aryadi Artspace Dibuka. Komang Bayu Pamerkan 35 Karya Bertema “Swi Kerti”

I Gusti Gede Aryadi Artspace Dibuka. Komang Bayu Pamerkan 35 Karya Bertema “Swi Kerti”

Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot kini memiliki atraksi wisata baru berupa I Gusti Gede Aryadi Artspace. Lokasinya ada di Hotel Dewi Sinta & Restaurant, tepatnya di sebelah front office, hotel pertama di DTW yang mengandakan alam dan budaya itu. Tempat untuk memajang karya seni itu diresmikan oleh politisi dan seniman, Boping Suryadi, Rabu (11/1). Sebelum itu, diisi dengan pemotongan tumpeng oleh Managing Director Dewi Sinta Hotel & Restota, I Gusti Bagus Made Damara dan dihadiri keluarga besar Alm. I Gusti Gede Aryadi owner Hotel Dewi Sinta & Restaurant yang juga perintis DTW Tanah Lot.

Usai melakukan soft opening, dilanjutkan dengan pembukaan pameran solo bertajuk “Swi Krethi” Memuliakan Sawah. Sebanyak 35 katya yang dipajang merupkan karya dari seniman Komang Bayu AM, perupa asal Tabanan. Karya-karya yang dipajang lebih banyak mengangkat tema pertanian sesuai tema pameran. Walau demikian, pameran ini juga menghadirkan karya dengan tema barong, pujawali di pura dan lainnya. “Melalui pameran ini, saya ingin menyampaikan Tabanan sebagai daerah agraris biar agar tetap eksis bertani karena daerah kita memang pertanian,” ucap Komang Bayu,

Karya-karya yang disajikan memang beda dari karya seni rupa lainnya. Pasalnya, dalam lukisan itu Komang Bayu membuat karya lukisan dengan menggunakan teknik “Pecut Lidi”, sebuah teknik melukis yang ditemukannya sendiri. “Saya melukis dengan menggunakan teknik Pecut Lidi hasil dari kreativitas sendiri. Sebelumnya, saya sempat nyantrik pada seniman Made Tedol Subrata yang melukis memakai kojong. Nah, agar tidak sama, saya mencoba memakai pecut lidi. Kelihatannya bagus, sehingga tetap memakai teknik ini,” sebutnya.

Menurut Komang Bayu, sebagai pelukis harus mampu menciptakan teknik sendiri dalam menghasilkan karya. Bukan hanya meminjam teknik pelukis lain. Semua karya lukis ini, merupakan karya petamanya memakai teknik pecut lidi. Satu lukisan bisa dibuatnya dalam waktu 2 hari. Itu juga tergantung bahan yang dipakai, apakah cat air atau minyak. “Selama ini, teknik pecut lidi tidak ada kendala. Hanya saja, dalam membuat lukisan obnjek itu, tanga terkadang bergetar, karena tangan belum terlatih dengan biasa. Jujur, saya merasa puas dengan hasil dari menggunakan teknik pecut lidi ini,” ungkapnya bangga.

Damara mengatakan, Artspace sudah digagas dan dirancang oleh owner, almarhum I Gusti Gede Aryadi, namun belum bisa diresmikan karena beliau mendahului wafat. Adanya artspace ini sebagai upaya untuk memberikan ruang bagi para seniman untuk memajang hasil karyanya. “Ajik Aryadi sangat mencintai seni termasuk dekat dengan para seniman, sehingga menyiapkan Artspace untuk memberikan ruang pada seniman. Beliau ingin membuka Artspace itu sebelum G20, sehingga bisa memajang karya para seniman. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us