IDTC Yakin Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan

IDTC Yakin Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan

Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC) yang mengelola kawasan The Nusa Dua memastikan menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan dalam pengembangannya. Hal ini untuk menjaga kenyamanan serta lama tinggal wisatawan saat liburan di kawasan wisata elit ini. “Pasca pandemic ini, pemerintah ingin mengembalikan kejayaan ITDC dengan memberi mandat untuk pengembangan, berarti ada yang dikembangkan sebagai pariwisata sustainable,” kata General Manager The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita disela-sela perayaan HUT Ke-50 ITDC, Rabu (29/11).

Untuk menciptakan ITDC sebagai kawasan pariwisata berkelanjutan, tentu harus bekerjasama dengan lingkungan sekitar. Saat ini, ITDC telah melakukan kerjasama dengan Kelompok Nelayan Samuh dalam hal menjaga kebersihan pantai serta Polisi Air untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pantai. Selain itu, juga menerapkan bahan-bahan yang ramah lingkungan, seperti penggunaan tenaga surya, melakukan pemantaun kondisi lingkungan, seperti air laut dan udara termasuk kebisingan,” ungkapnya.

Kalau dalam pengembangan, lanjut Ardita tentu bukan menambah hotel, melainkan membuat program-program. Kebetulan tenant-tenant yang ada sedang melakukan renovasi sebagai dampak dari pandemi. “Program yang kami lakukan dengan penambahan value-value. Nusa Dua yang memiliki potensi itu. Jika Pulau Peninsula menawarkan kesenian Kecak dan Water Blow, maka Pulau Nusa Dharma disiapkan sebagai tempat melaksanakan yoga dan meditasi. Di sebelah kedua pulau itu juga menjadi sport surfing yang banyak diplih wisatawan,” ungkapnya.

Hal ini pasti menarik, karena ketika masuk bulan Desember dan Maret para surfer akan pindah ke arah timur. Sebab, pantai di arah barat biasanya dilanda kiriman sampah. Karena itu, ITDC menggarap wisatawan penghobi surfing atau yang ingin bernostalgia. Pulai Peninsula juga sebagai tempat yang menarik untuk menggelar wedding dan resepsi. “Mulai tahun 2024 nanti, ITDC memiliki program untuk meremajakan kondisi kawasannya, namun tidak keluar dari keasrian budaya,” imbuhnya.

Sementara Direktur Operasi ITDC Troy Reza mengatakan, ITDC juga akan mengarap pasar anak-anak muda, sehingga menyajikan event-event anak muda, seperti konser. Event seperti ini kedepannya akan terus mendukung peningkatan kujungan ke Bali, khususnya Nusa Dua disamping acara Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition (MICE). “Keramah-tamahan masyarakat Bali, keamanan kawasan serta infrastruktur yang memadai menjadi nilai jual yang tinggi dari penyelenggaraan acara tersebut,” ucapnya.

Sebut saja konser yang teleh berlangsung di kawasan Nusa Dua, seperti Univlox Tanks God is Friday, Dream Meachines, Joyland dan New We Are Playing Fest. Bahkan, penampilan Dream Meachiner sukses dari tahun-tahun kemarin. “Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari penonton yang datang dari luar Bali, menyebutkan jika menyaksikan konser di Pulau Dewata itu paling nyaman. Selain jalan-jalan bersih, aman dari kriminalitas (copet) serta keramah tamahan security memberi kenyamanan,” sebut Troy. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us